Amalan di hari Tasyrik

490
0
BERBAGI

Pembaca sahabat yamima, setelah merayakan salah satu hari raya kita bersama, yaitu Idul Adha. Dimana kita sholat dan berkurban pada hari raya tersebut. Ada baiknya kita membahas keutamaan 3 hari setelah idul adha yakni tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah atau  Hari Tasyrik.

Tasyrik diambil dari kata [شرقت الشمش] yang artinya matahari terbit, menjemur sesuatu, dalam bahasa arab dinyatakan [شَرَّقَ الشَيْءَ لِلشَّمْشِ].

Hari tasyrik adalah hari penuh kemuliaan, hari dimana para jemaah haji melaksanakan ritual melempar jumroh, dan hari dimana umat muslim di negari lainnya sibuk dengan menyembelih kurban. Banyak keutamaan dan amalan mulia yang yang bisa dilaksanakan di hari tasyrik, apa saja?

Dalam hadis dari Abdullah bin Qurth radhiyallohu‘anhu, Nabi shollollohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari qurban (Idul Adha) kemudian hari al-qarr.” (HR. Abu Daud 1765, Ibnu Khuzaimah 2866, dan dishahihkan al-Albani. Al-A’dzami mengatakan dalam Ta’liq Shahih Ibn Khuzaimah: Sanadnya Sahih).

Yang dimaksud hari ‘al-qarr’ adalah tanggal 11 Dzulhijjah. Ini berdasarkan keterangan Ibnu Khuzaimah, bahwa Abu Bakar mengatakan:

يَوْمَ الْقَرِّ يَعْنِي يَوْمَ الثَّانِي مِنْ يَوْمِ النَّحْرِ

“Hari ‘al-qarr’ adalah hari kedua setelah hari qurban”.

Lalu selanjutnya  di hari Tasyrik kita dilarang untuk berpuasa. Nabi Shollollohu’alaihi wa sallam menyebutnya hari makan dan minum, serta banyak berdzikir kepada Alloh Azza wa Jalla.

Dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shollollohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

Ibnu Rajab mengatakan:

و إنما نهى عن صيام أيام التشريق لأنها أعياد للمسلمين مع يوم النحر فلا تصام بمنى و لا غيرها عند جمهور العلماء، خلافا لعطاء في قوله : إن النهي يختص بأهل منى

“Kita dilarang berpuasa pada hari tasyrik karena hari tasyrik adalah hari raya kaum muslimin, disamping hari raya qurban. Karena itu, tidak boleh puasa di Mina maupun di daerah lainnya, menurut mayoritas ulama. Tidak sebagaimana pendapat Atha yang mengatakan, sesungguhnya larangan puasa di hari tasyrik, khusus bagi orang yang tinggal di Mina.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 509).

Dan pada hari tasyrik, juga dianjurkan memperbanyak berdzikir.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman

۞وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ فِيٓ أَيَّامٖ مَّعۡدُودَٰتٖۚ ….٢٠٣

“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang..”

Yang dimaksud dengan “hari-hari yang terbilang” adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu hari tasyrik. Ini merupakan pendapat Ibnu Umar dan mayoritas ulama. Sementara Ibnu Abbas dan Atha berpendapat bahwa “hari-hari yang terbilang” jumlahnya empat hari; Idul Adha dan 3 hari setelahnya. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 314).

Wallohu’alam bi showab

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY