Islam dan Hubungan antar Manusia

130
0
BERBAGI

Islam tidak mengajarkan pengikutnya untuk menjadi umat yang menutup diri dan menghindari manusia, namun ia merupakan agama yang menganjurkan manusia untuk menjaga sosial dan menjunjung tinggi harmonisnya hubungan antar sesama.

Ini tergambar dalam sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

اتَّقِ الله حيثُما كُنتَ، وأتْبعِ السَّيِّئة الحَسَنة تَمحُها، وخَالِقِ النَّاسَ بخلقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah kepada Allah di manapun kamu berada dan ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapusnya serta pergaulilah manusia dengan akhlak yang mulia” (HR. Tirmidzi 1987 dan dihasankan oleh Albani)

Coba perhatikan hadits di atas, Rasulullah tidak hanya mengatakan “Bertakwalah kamu kepada Allah” melainkan beliau juga mengatakan “Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang mulia”. Di sini kita dapat memetik hikmah bahwa beliau mengumpulkan antara dua hal yaitu hubungan kita dengan Allah dan hubungan kita dengan manusia, yang mana keduanya tidak bisa dipisah.

Bahkan dalam hadits, perintah untuk kita berakhlak mulia tidak terbatas hanya kepada orang beriman saja, melainkan kepada seluruh manusia, Ingat! Kepada seluruh manusia. Karena banyak yang menganggap bahwa sempurnanya takwa seseorang itu hanya diukur dari hubungan dan ibadah yang dilakukannya dengan Allah, padahal tidak demikian, semua itu harus dilengkapi dengan baiknya hubungan dengan makhluk-Nya.

Dalam kitab Jami’ al-‘Ulum wal Hikam karya Imam Ibnu Rajab dikatakan bahwa pada hakikatnya perintah agar mempergauli manusia dengan akhlak yang baik merupakan bagian dari takwa itu sendiri. Jika demikian, lalu mengapa Rasulullah menyebutnya kembali padahal kata ‘takwa’ sudah mencakup itu semua? Jawabannya adalah sebagai berikut:

إنَّما أفرده بالذكر للحاجة إلى بيانه، فإنَّ كثيراً من النَّاس يظنُّ أنَّ التقوى هي القيامُ بحقِّ اللهِ دونَ حقوق عباده، فنصَّ له على الأمر بإحسان العشرة للناس

‘Adapun sebab Rasulullah menyebutkan perintah ‘pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik’ secara terpisah –padahal dia sudah termasuk dalam takwa- hal itu karena banyak manusia yang menyangka bahwa takwa itu hanya memenuhi hak Allah saja dan meninggalkan hak manusia, oleh sebab itu diperintahkannya agar mempergauli manusia dengan cara yang baik’. (lht. Jami’ al-‘Ulum wal Hikam  2/538)

Tidak cukup hanya dengan itu semua, bahkan Rasulullah mengatakan bahwa seorang mukmin yang berbaur dengan manusia serta bersabar itu lebih besar pahalanya daripada yang menyendiri dan tidak bersabar atas gangguan manusia. Rasulullah bersabda:

“المؤمن الذي يخالط الناس ويصبر على أذاهم، أعظم أجرا من المؤمن الذي لا يخالط الناس ولا يصبر على أذاهم”

“Orang mukmin yang berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan bersabar atas perbuatan buruk mereka, lebih besar pahalanya daripada seorang mukmin yang tidak berbaur dengan manusia dan tidak bersabar atas perbuatan buruk mereka”.  (Ibnu Majah 4032 dan dishahihkan oleh Albani) Ini sudah jelas, karena dakwah Islam ini bisa berkembang pesat adalah karena sabarnya para pejuang Islam dalam berinteraksi dengan manusia untuk menyebarkan dan mengemban misi dakwah yang suci ini. Karena Islam bukanlah agama yang hanya mengajarkan ibadah shalat semata, melainkan semua lini kehidupan telah diatur oleh Islam secara sempurna termasuk hubungan manusia dengan manusia lainnya. Wallahu A’lam

Semoga Bermanfaat

Artikel dan info lainnya tentang Yamima juga bisa anda dapatkan melalui:

Facebook : http://bit.ly/2DvN5Rh

Instagramhttp://bit.ly/2sKUjeb

Twitter      : http://bit.ly/2Wjo7fl

Youtube    : http://bit.ly/2WgTIhN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY