Nasihat untuk Anakku tersayang

3098
0
BERBAGI

Wahai anakku: Sesungguhnya Robbmu mengetahui apa yang engkau betikkan di dalam hatimu, dan Dia mengetahui apa yang engkau ucapkan dengan lisanmu, dan Dia melihat terhadap segala amalanmu, maka bertakwalah kamu kepada Alloh -Wahai anakku- dan berhati-hatilah kamu terhadap pengawasan-Nya pada saat kamu dalam keadaan yang tidak dinidhai oleh-Nya.

Hati-hatilah kamu dan kemurkaan Robbmu yang mana Dialah yang telah menciptakan kamu dan memberikan rizki kepadamu serta yang telah mengaruniai kamu akal yang dapat kamu gunakan di dalam kehidupanmu. Bagaimana perasaanmu ketika bapakmu melihat dirimu dalam keadaan melanggar perintahnya? Apakah kamu tidak khawatir nantinya bapakmu akan menghukummu? Maka jadikanlah perasaanmu sama seperti itu kepada Alloh, karena Dia dapat melihat dirimu di setiap kesempatan yang kamu tidak dapat melihat Dia? Maka janganlah kamu anggap enteng pada perkara apapun juga yang kamu telah dilarang darinya.

Wahai anakku: Sesungguhnya Robbmu sangat dahsyat murka-Nya, siksaan-Nya teramat pedih, maka hati-hatilah kamu -Wahai anakku- dan takutlah kamu terhadap kemurkaan-Nya, dan janganlah kamu terperdaya oleh kasih sayang Rabmu dan

“Sesungguhnya Allah menangguhkan (siksaan-Nya) bagi orang yang berbuat dhalim, sampai-sampai jika Dia menyiksa orang tersebut niscaya Dia tidak akan melepaskannya”

[Ini adalah Iafaz hadits yang mulia. Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Tirmidzi di dalam shahihnya dan lbnu Majah dari Abi Musa Al-Asyari dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Saya katakan: “Diriwayatkan oleh Bukhari di dalam shahihnya no 4409 di dalam Tafsir, dan Muslim no 2583 di dalam Al-Bir wash Shillah, bab tahrim Azh-Zhalm, dari hadits Abi Musa Al-Asyari kemudian beliau membaca. “Dan demikianlah azab Rabmu apabila Dia mengadzab suatu desa sedangkan penduduknya adalah orang-orang zhalim, sesungguhnya azab-Nya adalah teramat pedih”, dan diriwayatkan juga oleh Tirmidzi no 3109 dan lbnu Majah~ no 4018 semuanya dari Abi Musa Al-Asyari.]

Wahai anakku: Sesungguhnya di dalam ketaatan kepada Alloh ada kelezatan dan kebahagiaan yang tidak akan dapat dirasakan kecuali dengan mencobanya.

Maka wahai anakku: pergunakanlah ketaatan kepada Alloh sebagai bahan ujian pada setiap harinya supaya engkau dapat merasakan kelezatan, dan supaya engkau dapat merasakan kebahagiaan ini niscaya kamu dapat mengetahui keikhlasan diriku di dalam menasehatimu.

DUHAI ANAKKU: SESUNGGUHNYA ENGKAU AKAN MENDAPATI RASA BERAT HATI DI DALAM KETAATAN KEPADA ALLAH PADA PERTAMA KALINYA, MAKA PIKULLAH BEBAN BERAT INI, DAN BERSABARLAH PADANYA, SAMPAI KETAATAN TERSEBUT ENGKAU RASAKAN MENJADI RUTINITAS YANG DAPAT DIJINAKKAN.

Duhai anakku: Lihatlah kepada dirimu ketika dulu kamu berada di bangku (sekolah); kamu belajar membaca dan menulis, dan kamu diperintahkan supaya menghapal Al-Qur’anul Karim dengan mendiktekkannya, bukankah kamu dulu di sana benci terhadap bangku (sekolah) serta gurunya, dan kamu berangan-angan supaya cepat berakhir? Nah pada hari ini kamu telah mencapai kedudukan yang mana kamu dapat mengetahui faedah kesabaran dalam belajar di bangku (sekolah), dan engkau telah tahu bahwa pengajarmu dulu berusaha untuk kebaikan dirimu.

Maka wahai anakku: Dengarkanlah nasehatku, dan bersabarlah di atas ketaatan kepada Alloh sebagaimana engkau sabar dalam belajar di bangku (sekolah), niscaya nanti engkau akan mengetahui faedah dan nasehat ini, serta akan tampak jelas bagi dirimu apabila hidayah telah membantu untuk beramal dengan nasehat ustadzmu.

Wahai anakku: Janganlah kamu sekali-kali beranggapan bahwa bertakwa kepada Alloh adalah shalat, puasa, dan semisalnya dan berbagai ibadah (yang dhahir) saja. Bahwa sesungguhnya bertakwa kepada Alloh mencakup segala sesuatu, maka bertakwalah kamu kepada Alloh di dalam beribadah kepada penolongmu, jangan kamu anggap remeh, dan bertakwalah kamu kepada Alloh pada (hak-hak) saudara-saudaramu, janganlah kamu sakiti salah seorang dan mereka, dan bertakwalah kamu kepada Alloh pada (hak-hak) negerimu: Janganlah kamu khianati dia dan jangan kamu biarkan musuh menguasainya, serta bertakwalah kamu pada (hak-hak) dirimu, janganlah kamu sia-siakan waktu sehatmu dan janganlah kamu berperilaku kecuali perilaku yang mulia.

Wahai anakku: Rosululloh Sholollohu’alaihi wa Sallama telah bersabda:

“Bertakwalah kamu dimanapun kamu berada, dan iringilah kejelekan itu dengan kebaikan niscaya (kebaikan tersebut akan menghapusnya, dan pergaulilah orang-orang dengan akhlak yang baik.”
[Riwayat Imam Ahmad, Tirmidzi dan Al-Hakim dari Abi Dzar dan Mu’adz bin Jabal. Saya katakan: Diriwayatkan oleh Ahmad di dalam “Musnad” (5/153, 158 dan 177) dan Tirmidzi no 1988 dan Ad-Darimi (2/323) dan Al-Hakim (1/54) dan selain mereka dan hadits Abi Dzar Al-Ghifari radhiallahu ‘anhu dan riwayat (Imam) Ahmad (5/236) dan Tirmidzi (1988) dari hadits Muadz bin Jabal radhiallahu ‘anhu dan hadits ini Hasan.]

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY