Dimana Posisimu?

850
0
BERBAGI

Huru-hara yang terjadi di berbagai negeri muslim sekarang ini seperti Palestina, Iraq, Libya dan Suriah telah menjatuhkan korban ratusan ribu jiwa dan kehancuran dari sisi material yang tak terhingga. Huru-hura yang terjadi kepada ummat islam saat ini bukanlah yang pertama kali terjadi.

Pada abad ke 6 Hijriyah juga telah terjadi huru-hara yang menewaskan banyak jiwa kaum muslimin. Hal itu dilakukan oleh kaum Salib yang memang begitu besar permusuhannya terhadap Islam. Maka pada saat itu muncullah seorang tokoh yang sangat masyhur di telinga kita, yaitu Shalahuddin al Ayyubi yang memberi komando kepada pasukan ummat Islam untuk melawan kaum Salib, sehingga dengan pertolongan Allah Subhanahu wata’ala serta kegigihan dan kesabaran Shalahuddin beserta pasukannya mereka berhasil mengalahkan pasukan kaum Salib. Pertanyaannya siapa yang akan muncul seperti sosok Shalahuddin al Ayyubi sekarang ini?

Ketika terjadi huru-hara terhadap ummat islam, dunia diam seribu bahasa. Tidak ada yang cekatan dalam merespon kecuali sedikit dari ummat muslim yang masih memiliki nurani. Ketika agamamu, saudaramu, negaramu, dan masyarakatmu mengalami penindasan, maka dimanakah posisimu?.

Penindasan yang terjadi terhadap ummat islam tidak hanya ada pada yang tampak saja. Karena penindasan ini melalui berbagai aspek, mulai dari pendidikan yang mulai mengarah kepada liberal, politik yang sekuler dan ummat yang sedang diadu domba oleh oknum yang dimanfaatkan untuk kepentingan politik yang bertujuan untuk melemahkan islam. Pencekokan budaya-budaya Barat yang begitu mulus melalui media-media sangat berpengaruh kepada kehidupan masyarakat kita. Begitu banyak dari generasi sekarang ini yang sudah terpengaruh dengan kebutaan akhlak, sehingga hilanglah akhlak dari dalam dirinya. Selain itu, doktrin yang dimasukkan kepada generasi ini adalah doktrin bahwa Islam adalah budaya Arab. Sehingga seakan-akan apa yang berbau Islam adalah budaya Arab yang tidak bisa diikuti. Perlu diingatkan bahwa Islam bukanlah budaya Arab, akan tetapi memang Islam diturunkan ditengah-tengah bangsa Arab. Banyak hikmah yang terdapat dengan diturunkannya Islam di tanah Arab.

Sekarang kiranya kita sebagai muslim harus terus bermuhasabah diri, apa gerangan yang membuat sebagian ummat Islam saat ini mudah menjadi bulan-bulanan orang kafir dan munafik?. Lemah fisik, fikiran dan mental membuat sebagian ummat ini mudah terombang ambing oleh keadaan.

Manusia hidup sangat dipengaruhi oleh apa yang dilihat, didengar dan yang dirasa. Sekarang tinggal bagaimana yang kita lihat, dengar serta yang rasa itu bersumber darimana?, jika berasal dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu wa’alaihi wasalam, maka ia akan mendapati dirinya dalam keadaan keimanan yang bagus dan penuh dengan ketaqwaan, dan jika kita mendapatkan dari Budaya Asing/Barat seperti budaya Amerika atau Korea misalnya, maka ia akan mendapati dirinya seperti Korea mulai dari pakaian, model rambut, gaya, dll. Maka disinilah pentingnya benteng keimanan yang kuat untuk menjaga generasi muslim yang ada. Maka mari kita mulai untuk menjauhkan diri kita, keluarga kita dan lingkungan kita dari Budaya yang dapat merusak akhlak kita.

Sebelum masuk terhadap langkah apa yang harus kita ambil, maka kita harus mengetahui terlebih dahulu masalah apa yang membuat generasi ini mudah dikendalikan oleh peradaban yang negatif?.

Kemudian masalah yang terbesar adalah “kita tidak mengetahui masalah masalah yang menimpa kita, sehingga kita tidak tahu solusi apa yang harus diambil”.

Dua hal yang harus kita tanamkan dalam diri ini, pertama belajar terhadap pengalaman yang terjadi pada generasi ini, sehingga tidak terulang pada generasi setelahnya. Kedua menentukan langkah untuk membentuk dan kemudian membentengi generasi sedari dini.

Sebagai generasi penerus Islam, jangan membuat dirimu diam menyangga dagu, menunggu kehancuran datang didepan mata. Akan tetapi bangkitlah, karena dunia sedang membutuhkanmu. Belajar dan belajarlah, karena peradaban akan diberikan kepada orang yang berfikir dengan otaknya yang jernih, dan hanya imanlah yang akan membawa fikiran kita menjadi jernih serta ruh jihadlah yang akan membangkitkan ghirah kewibawaan ummat ini.

Ingatlah, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

(يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ (المجادلة : 11

           Artinya: Allah Subhanahu wa ta’la mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan menuntut ilmu diantara kalian beberapa derajat. (QS. Al Mujadalah : 11).

Peradaban Islam akan berwibawa dan naik kembali jika generasi penerusnya penuh dengan iman dan ilmu.

 

Akhukum fillaah.

Ahmad Yasin

Kairo, Mesir.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY