3 Dulu Aja…

806
0
BERBAGI

 

Yaitu Mengenal Allah, Mengenal Agama Islam dengan dalil-dalil nya dan Mengenal Nabi Muhammad salallahu alaihissalam.

 

Sebuah pembahasan inti dari kitab Tsalatsatu Al-Ushul yang dikarang oleh Ulama’ Besar Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, yaitu permasalahan yang akan ditanyakan oleh Malaikat ketika kita masuk ke dalam kubur, oleh karenanya dengan membaas kitab ini (terutama bab ini) kita akan mengetahui jawaban yang harus kita utarakan kepada malaikat nanti, tentunya bukan hanya sekedar hafal dilisan akan tetapi harus terealisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dan pembahasan kita akan di jelaskan secara berurutan in syaa Allah.

 

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata:

فَإِذَا قِيْلَ لَكَ : ما الأصول الثلاثة التي يجب على الإنسان معرفتها ؟

Apabila ditanyakan kepadamu

فَإِذَا قِيْلَ لَكَ

ما الأصول الثلاثة التي يجب على الإنسان معرفتها ؟

(Apakah 3 Landasan Utama yang wajib diketahui manusia?)

فقل : مَعْرِفَةُ العَبْدِ رَبَّهُ ، وَ دِيْنَهُ ، وَ نَبِيَّهُ مُحَمَّدًا

(Jawablah : Seorang hamba mengenal Rabbnya, Agamanya dan Nabinya Yaitu Muhammad salallahu ‘alaihiwasalam )

Bisa diurutkan sebagai berikut:

  1. Seorang Hamba mengenal Rabbnya
  2. Agamanya
  3. Nabi Muhammad salallahu ‘alihisalam

Pertemuan kali ini, kita akan bahas nomer 1 secara terperinci. Yaitu Seorang hamba mengenal Rabb-Nya.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata:

Apabila ditanyakan kepadamu:

فَإِذَا قِيْلَ لَكَ

Siapa Tuhanmu?

من ربك

Jawablah : Tuhanku adalah Allah Dialah yang menciptakan aku, Rajaku, yang memeliharaku dan mengatur semua Alam semesta ini dengan nikmat-nikmatnya. Dialah sesembahanku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain dari-Nya. Dalilnya adalah,

 

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِين

“Segala Pujian bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mengatur sekalian alam”(QS. Al-Fatihah : 2)

Dari sini kita dapati perbedaan antara Muwahhid dan Musyrik;

–          Seorang muwahhid mengatakan bahwa Hanya Allah lah sesemabahanku.

–          Seorang Musyrik mengatakan Tuhanku Allah tapi memalingkan ibadah kepada selain Allah.

Semua yang ada selain Allah Ta’ala adalah Alam, dan saya (manusia) adalah salah satu bagian dari alam.

 

🌹Beriman kepada Allah Ta’ala mengandung 4 hal:

–          Beriman akan adanya Allah

–          Beriman kepada Tauhid Rububiyyah Allah, bahwasanya Allah yang menciptakan kita, memeberi rezeki kita dan memberi nikmat kepada kita dll

–          Beriman kepada Tauhid Uluhiyah, yang mana tidak boleh memalingkan ibadah kepada selain Allah, karena hanya Allah lah yang berhak disembah.

–          Beriman kepada Nama dan Sifat Allah sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah.

(Lihat Kitab Syarh ‘Aqidah Al-Wasitiyah oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin)

 

❗Perlu diketahui bahwa pertanyaan dikubur adalah nyata dengan dalil Al-Qur’an, sunnah dan Ijma’ kaum muslimin, Barangsiapa yang mengingkari akan hal ini maka dia telah kafir. Ada dua keadaan manusia waktu itu tatkala seorang ditanya malaikat Mungkar dan Nakir;

  1. Orang yang berhasil menjawab pertanyaan, maka dia beruntung akan lebih mudah melangkah.

Sebagaimana perkataan sahabat yang mulia Ustman bin Affan : bahwasannya aku mendengar Nabi bersabda:

إَنَّ القَبْرَ  أَوَّلُ مَنَازِل الأَخِرَةِ فَمَنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ، مَنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ

“Sesungguhnya Alam kubur itu adalah awal perjalanan akhirat, barangsiapa yang berhasil di alam kubur, maka setelahnya lebih mudah , barangsiapa yang tidak berhasil, maka setelahnya lebih berat” Ustman berkata : “Aku tidak pernah memandang sesuatu yang lebih mengerikan dari kuburan “ (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Ibnu Hajar)

  1. Orang yang gagal menjawab pertanyaan itu, maka langkahnya akan berat. Coba perhatikan hadist berikut ini:

Tatkala seorang tidak bisa menjawab pertanyaan kubur maka begini jawabannya:

هَا هَا لَا أَدْرِي ، سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُوْلُوْنَ شَيْئًا فَقُلْتُهُ

“Ha Ha aku tidak tahu, aku mendegar manusia berkata begini maka aku katakan begini”(Muttafaq ‘Alaihi)

Semoga kita termasuk golongan yeng pertama, yang mana bias menjawab dengan lancer pertanyaan para malaikat. Aamiin.

 

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata:

 

Apabila ditanyakan kepadamu:  فَإِذَا قِيْلَ لَكَ

 

Dangan apa kamu dapat mengetahui Tuhanmu:? بم عَرَفْتَ رَبَّكَ

Jawablah : Dengan Tanda-tanda kebesarannya dan makhluk-makhluknya.

–          Diantara tanda-tanda kebesaran Allah adalah adanya Malam, Siang, Matahari, Bulan.

–          Diantara makhluk-makhluknya adalah 7 Langit, 7 Bumi dan  apa yang ada diantara keduanya

Dalilnya adalah:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.” (QS. Fussilat : 37)

 

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-A’raf : 54)

 

🌷Makna Rabb adalah Sesembahan, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (٢١)

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٢)

“Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.

“Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, pada hal kamu mengetahui. “ (QS. Al-Baqarah: 21-22)

 

Ibnu Katsir berkata tentang ayat ini : “ Pencipta semua ini (Allah) adalah yang berhak (Yang pantas) untuk disembah/diibadah

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY