Menjalin Ukhuwah Islam diatas Keimanan

977
0
BERBAGI

Saudaraku seiman yang ku cintai karena Allah, tiada yang lebih indah didunia ini selain hati yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Keimanan yang berada dalam hati kita adalah talian janji kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Janji yang akan membawa kita menuju ridho dan surgaNya, dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangNya. Dan janganlah engkau kotori janji itu dengan maksiat atau pun segala bentuk perbuatan membangkang.

Sahabat, ingatkah dalam al Quran Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa  dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah diantara kamu adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengtehaui lagi Maha Mengenal” (QS. Al Hujurat: 11)

Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia dari manusia yang satu, yaitu Adam ‘alaihissalam, kemudian dari adam diciptkanlah istrinya Hawa’. Dari mereka berdua dijadikannya keturunan-keturunan yang membentuk suku-suku maupun bangsa-bangsa. Dari keadaan mereka yang berbeda-beda Allah subhanahu wa ta’ala men-nashkan bahwa manusia akan saling mengenal satu sama lain. Maka tidak heran jika ada dua orang yang berbeda satu dengan yang lainnya bisa tetap berteman bersama.

Keberagaman dan kebersamaan yang ada adalah anugerah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Maka jangan sampai merusak kebersamaan yang telah Allah subhanahu wa ta’ala anugerahkan, kecuali memang ada hak-hak Allah subhanahu wa ta’ala yang dilanggar, misal agama dinistakan atau dinjak-injak, maka kita tidak boleh diam, karena ada kewajiban kita yang harus kita jaga.

Saudaraku, semoga Allah mencintai dan mengasihi kita, berbedaan yang kita miliki tidak mengharuskan kita berpisah, apalagi kita saling memiliki ikatan iman yang sama dan kepentingan yang sama dalam islam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu.” (QS. Al Hujurat: 10)

Sangat tegas sekali Allah subhanau wa ta’ala menyatakan bahwa orang mukmin itu adalah bersaudara. Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menggunakan uslub hasr “إنما” yang memiliki maksud untuk pembatasan. Maknanya adalah tidaklah seseorang diantara mukmin itu memiliki hubungan dengan mukmin yang lainnya kecuali hubungan saudara. Bisa juga dikatakan bahwa hukum asal antar orang yang beriman adalah saudara. Maka dari itu tentu beda perlakuan kepada orang yang beriman dengan orang kafir.

Salah satu sifat kaum yang oleh Allah subhanahu wa ta’ala istimewakan dalam al Quran, ialah seperti yang telah disebutkan dalam al Quran surah al Maidah ayat 54, yaitu,

أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ

Artinya: “Lemah lembut terhadap orang mukmin dan tegas terhadap orang kafir”

Hubungan antar sesama orang-orang yang beriman itu sungguh indah sekali. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan dalam hadisnya,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِى تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Artinya: “Perumpamaan orang yang beriman dalam hal saling mencintai, menyayangi dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Jika ada salah satu anggota tubuh yang merasakan sakit, maka seluruh tubuhnya akan terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)” (HR. Muslim)

Perumpaan yang Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebutkan adalah perumpaan yang tidak bisa dipisahkan salah satunya dari yang lainnya. Karena ikatan diantara mereka adalah satu kesatuan membangun tubuh yang bagus dan saling melengkapi antar peranggotanya. Maka jika hilang satu saja dari anggota, tubuh itu menjadi tidak lengkap dan tidak sempurna.

Menjaga ukhuwah adalah salah satu bukti dari iman yang kita miliki. Dan hal itu adalah anugerah yang sangat indah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا, أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

Artinya: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai, maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian mengerjakannya maka kalian akan saling mencintai?, tebarkanlah salam”. (HR. Muslim, Ahmad, Ibnu Hibban)

Maka tidak lengkap jima iman tidak dibersamai cinta kepada sesama.

Dan juga, hubungan sesama muslim yang berlandaskan iman adalah termasuk perbuatan yang akan membuat kita mendapatkan perlindungan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ… وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِى اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ

Artinya: “Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah subhanahu wa ta’ala pada hari tiada naungan kecuali naunganNya,… dua orang yang saling mencintai dan berpisah karena Allah subhanahu wa ta’ala” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka persahabatan yang telah kita bangun atas dasar islam ini kita jaga dengan sebaik mungkin. Jika saudara kita melakukan salah, maka nasihati dan ingatkanlah dengan cara yang baik, yaitu dengan cara yang orang lain tidak tau kecuali kita dengan saudara kita. Utamakan rasa cinta dan kasih sayang, sungguh demi Allah cinta dan kasih sayang sesama mukmin itu adalah lebih baik dari bertikai.

Gunakan kebersamaan yang ada untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala, saling tolong menolong, saling mengingatkan sehingga bisa masuk ke surgaNya Allah subhanahu wa ta’ala dengan senyuman bersama. Semoga lindungan dan limpahan rahmat serta nikmat iman selalui membersamai kita. Aamiin.

Akhukum fillaah,

Ahmad Yasin

Kairo, Mesir.

–Semoga Bermanfaat–

Artikel dan info lainnya tentang Yamima juga bisa anda dapatkan melalui:

Website : http://bit.ly/2CO68ES

Facebook : http://bit.ly/2DvN5Rh

Instagram: http://bit.ly/2sKUjeb

Twitter : http://bit.ly/2Wjo7fl

Youtube : http://bit.ly/2WgTIhN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY