Siapa Yang Membebaskan Hutang?

493
0
BERBAGI

 

Dari Muhammad bin Isa, ia berkata, “Dulu Abdullah bin Mubarak sering hilir mudik ke Tharsus. Di sana ia tinggal di Raqqah, tepatnya di sebuah kedai. Ketika diam di daerah tersebut, beliau sering didatangi oleh seorang pemuda yang berulang kali datang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Beliau juga dengan setia mendengarkan keluhan pemuda tersebut. Suatu saat Abdullah datang kembali ke Raqqah, sedang beliau tidak lagi melihat pemuda yang dulu sering mendatanginya. Hanya saja waktu itu beliau tergesa-gesa untuk segera bergabung dengan pasukan perang.

Seusai perang beliau datang ke Raqqah dan menanyakan perihal pemuda itu. Lalu orang-orang pun menjawab, “Sekarang ia dipenjara lantaran hutang yang tidak mampu ia lunasi.” Abdullah bertanya, “Berapakah jumlah hutangnya?” Mereka menjawab, “Sepuluh ribu dirham.” Kemudian beliau mencari tahu orang yang dihutangi oleh pemuda itu. Pada malam harinya beliau mendatangi orang yang menghutangi dan melunasinya dengan membayar sepuluh ribu dirham. Lalu beliau meminta orang itu agar tidak memberi tahukannya kepada siapa pun selama beliau hidup.

Abdullah berkata kepadanya, “Esok hari tolong engkau bebaskan pemuda itu dari penjara!” Dan keesokan harinya pemuda itu bebas dari penjara. Lantas dikatakan kepada pemuda itu, “Abdullah bin Mubarak sekarang ada di sini, dan beliau masih mengingatmu.”

Tatkala pemuda itu bebas dari penjara, Abdullah membuntutinya dari belakang hingga cukup jauh dari daerah Raqqah. Kemudian Abdullah menyapanya, “Wahai pemuda, ke mana saja engkau selama ini? Mengapa aku tidak melihatmu lagi?”

Pemuda tersebut menjawab, “Wahai Abu Abdirrahman, aku dipenjarakan lantaran hutang.”

Lantas Abdullah menimpali, “Lalu bagaimana caramu terbebas dari hukuman itu?”

Dia menjawab, “Ada seorang yang datang melunasi hutangku. Hingga sekarang aku tidak tahu siapa orang itu.”

Abdullah berkata, “Wahai pemuda, bersyukurlah kepada Allah karena Dia telah memberikan taufik kepadamu sehingga hutang-hutangmu bisa lunas!”

Setelah itu tidak ada seorang pun yang memberi tahukan kepada pemuda itu tentang siapa yang membebaskan hutangnya, kecuali setelah Abdullah meninggal dunia.

(Shifatush Shafwah (IV/141-142)

Redaksi Sahabat Yamima

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY