📝 Lebih Mulia mana “Menang dengan cara Curang atau Kalah dengan cara di curangi”

434
0
BERBAGI

Oleh | Redaktur sahabat YAMIMA

Kemenangan bagi muslim bukan hanya sebatas pada tercapainya tujuan duniawi semata, melainkan lebih besar dari itu; kemenangan hakiki adalah ketika mereka teguh di atas al-haq sampai ajal tiba walaupun tampak seolah kalah!.

Oleh karenanya Allah mengabarkan kepada kita bahwa ashabul ukhdud itu menang, bahkan “menang besar”, walaupun secara kasat mata mereka kalah, mati dalam parit yang berapi.


Kisah Nabi Yusuf merupakan contoh terbaik agar kita selalu berbaik sangka kepada Allah. Terus berjuang dan berusaha, sungguh Allah telah siapkan skenario terbaik bagi kemenangan hamba-Nya.


Ketika masih kecil, Yusuf alaihissalam pernah bermimpi bahwa sebelas bintang, matahari dan bulan sujud kepadanya. Takwil dari mimpi ini adalah bahwa semua saudaranya, bapak dan ibunya akan tunduk sujud kepadanya.

Namun terealisasinya takwil tersebut bukan dengan cara mudah, bahkan melalui proses yang kalau kita pandang dengan kacamata manusia tentu hal itu mustahil terjadi.


Lho kok mustahil terjadi? ya, sangat sangat mustahil, apalagi jika kita hanya mengandalkan usaha, akal dan logika manusia.
Mustahil! Karena bapak Yusuf adalah Ya’qub, seorang Nabi yang mulia, memiliki kedudukan yang tinggi, umurnya sudah tua. Bagaimana mungkin orang tua yang merupakan seorang Nabi dan berwibawa tinggi tunduk sujud kepada seorang anak yang tidak memiliki kedudukan dan bukan Nabi? (karena ketika itu Yusuf belum jadi Nabi).

Mustahil! Karena saudara-saudara Yusuf sangat membencinya, iri dengki yang bergumpal di hati, membuat mereka ingin menyingkirkan Yusuf dari kehidupan mereka, akhirnya Yusuf pun dibuang ke sumur tua. Bagaimana mungkin, dengan keadaan seperti itu mereka akan sujud kepada Yusuf?

Semakin Mustahil! Yusuf akhirnya menjadi barang yang diperjual belikan, lalu menjadi budak di rumah Penguasa Mesir. Bagaimana mungkin sujud kepada budak?

Tidak cukup menjadi budak di istana raja, akhirnya ia menjadi tawanan yang dikurung dalam penjara. Hal ini semakin menjadikan takwil mimpi itu mustahil terjadi! Namun hal itu adalah perkiraan manusia yang serba terbatas, beda halnya dengan Allah Ta’ala. Jika Dia sudah berkata “jadi! maka jadilah”.

Ternyata Allah Ta’ala sudah mempersiapkan hadiah indah bagi Yusuf alaihissalam walaupun harus melalui rintangan yang sulit. Sangat mudah bagi Allah, bermula hanya dengan mimpi sang raja yang berujung dengan diangkatnya Yusuf menjadi petinggi Negri Mesir. Yaa Allah.

Indah bukan cara Allah? Kita hanya dituntut untuk berjalan sesuai porosnya, adapun hasil, maka kepada Allah-lah kita berdoa. Faidah di atas terdapat dalam Kitab “Liannakallah” karya Syaikh Ali Jabir Al-Faifi hafizhahullah.


Begitu juga dengan kemenangan umat Islam, terkadang seolah terlihat jauh, namun bukankah tanda runtuhnya sebuah kezhaliman adalah ketika sudah sampai kepada puncaknya?

Kalau sudah berusaha dengan baik, maka bertawakallah. Sudah, serahkan semua hasilnya kepada Allah Ta’ala. perbanyak doa, karena Allah memiliki cara apa saja untuk memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.

Barakallahu fiikum

*________________________________________________________________*

Sahabat, Yuk bantu para generasi muda pengemban dakwah yang kini sedang belajar di Timur Tengah dalam  Program Kaderisasi Ulama

Info : 0852 1861 6689 (Rizal)

Atau bisa kunjungi kami di

Sahabatyamima.id

IG : @sahabatyamima

FanPage : Sahabat Yamima

Youtube : Sahabat Yamima Channel

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY