📝Ramadhan di Suriah

393
0
BERBAGI

Oleh | Redaktur Sahabat Yamima

Memasuki bulan Ramadan, seluruh umat merasakan kebahagiaan, merasakan Ramadan pertama dengan penuh kegembiraan, merasakan sahur, buka puasa dan sholat tarawih dengan aman.

Tapi berbeda dengan Suriah,  tanah Suriah tidak bisa merasakan ketenangan sedikitpun di hari pertama ramadan. Mereka mengalami peningkatan ketegangan akibat penjajah Israel laknatullah. Suriah di bom dan telah menelan ratusan korban jiwa dan belasan ribu warga yang luka-luka. Warga Suriah diserang secara membabi-buta oleh Israel.

Di Indonesia kita masih bisa ngabuburit, duduk manis, sibuk dengan aktivitas menikmati kebahagiaan Ramadan berkumpul bersama keluarga tercinta. Pada detik yang sama, saudara kita di Suriah mengalami duka yang sangat mendalam, bisa jadi mereka sahur di dunia, namun buka puasa di Surga. Berpisah dengan orang-orang tercintanya. Ayah, Ibu, Anak mereka mati di hadapan mata mereka sendiri.

Sebahagian kita tau, sebagian lagi tidak, sebagian peduli, sebagian lagi bahkan tidak peduli sama sekali. Dunia yang benar-benar berbanding terbalik. Kita lebih sibuk melihat kebahagiaan di media sosial, melihat banyak artis yang menampilkan ke glamoran di media social. Seolah-olah dunia sedang aman-aman saja. Padahal sesuatu sedang terjadi di tempat lain, Suriah sedang tidak baik-baik saja. Di detik yang sama, anak-anak Suriah terbunuh, hutan-hutan ditebang, rumah mereka dibakar, kelaparan dan kemiskinan melanda Suriah di bulan yang penuh mulia.

Maka hari ini, jika puasa terasa melemahkan, jika tarawih melelahkan, jika tilawah melelahkan, mari menatap sejenak ke arah Suriah dan Negri lainnya yang di serang penderitaan. Merekalah yang mewakili kita di garis depan iman, dibakar musim panas, dicekam ancaman, disuguhi besi, bom dan api, tapi tetap teguh.

Mereka yang darahnya mengalir dengan tulang pecah, tapi tidak ingin membatalkan puasa sebab ingin syahid berjumpa Rabbnya dalam keadaan puasa. Hari ini ketika kolak dan sop buah tidak memuaskan ifthar kita, mereka disana makan dedaunan karena tak ada lagi makanan yang akan di makan. Hari ini sungguh kita di tampar Allah dengan Suriah, kisah Ibu yang memasak baru dan menidurkan anaknya dalam hujan peluru.

Dunia tak bersuara, bungkam seribu bahasa. Tapi kita bisa apa? Bisa, lakukan sesuatu untuk mereka. Puluhan kotak kemanusiaan terbuka, pintu relawan pun juga ada, dan selemah-lemahnya iman adalah dengan doa.  

*________________________________________________________________*

Yuk bantu saudara-saudari kita di belahan dunia yang lain dengan ikut berpartisipasi dalam  Program Kemanusiaan Luar Negeri

Info : 0852 1861 6689 (Bpk. Rizal)

Atau bisa kunjungi kami di

Sahabatyamima.id

IG : @sahabatyamima

FanPage : Sahabat Yamima

Youtube : Sahabat Yamima Channel

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY