📝 PINDAHNYA DAULAH ABBASIYAH KE DAULAH ISMALIYAH DI MESIR ==================

407
0
BERBAGI

serial sejarah

Oleh | Redaktur sahabat yamima

Dinasti Fathimiyah adalah sebuah kelompok yang diprakarsai oleh Said bin Husein yang memiliki laqob atau julukan Al Mahdi Billah pada tahun 909 M di Tunisia.

Al Mahdi memproklamirkan diri sebagai khalifah Daulah Fathimiyah dan memaksa sekte Syiah Isma’iliyah untuk menaatinya karena dia mengklaim dirinya memiliki hubungan darah dengan Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam.

Sekte Syiah Isma’iliyah adalah sekte yang meyakini bahwa Isma’il bin Ja’far adalah imam ketujuh, adapun mayoritas Syiah (Syiah Itsna ‘Asyariah) meyakini bahwa imam ketujuh adalah Musa bin Ja’far ash-Shadiq.

Perbedaan dalam masalah pokok ini kemudian berkembang ke berbagai prinsip ajaran yang lain yang semakin membedakan ajaran Syiah Isma’iliyah dengan Syiah arus utama, Syiah Itsna ‘Asyariah, sehingga ajaran ini menjadi sekte tersendiri.

Syiah Isma’iliyah memiliki keyakinan yang menyimpang jauh dari ajaran dan akidah islam. Sebagimana sekte islam lainnya, Syiah Isma’iliyah juga meyakini bahwa para imam terjaga dari perbuatan dosa, mereka adalah sosok yang sempurna dan tidak ada celah dosa sama sekali.

Para imam juga dianggap memiliki kemampuan-kemampuan rububiyah seperti hal nya perwujudan tuhan di muka bumi.

Pada tahun 969 M, Daulah Fathimiyah sudah memiliki kekuatan besar dengan menggalang pasukan Barbar dari Afrika Utara sehingga mempersiapkan perluasan menuju Maroko, Tunisia, Libya, Aljazair hingga memasuki Mesir dan mengalahkan Dinasti Ikhsyidiyah.

Dinasti Fathimiyah membangun kota baru sebagai pusat pemerintahan yang dinamakan Al Manshurah nisbat kepada putra dari Khalifah Al Muiz Lidinillah.
Tetapi kemudian di rubah menjadi Al Qahirah.

Bersamaan dengan itu, Masjid Al Azhar dibangun dengan megah sebagai poros dari dakwah Fathimiyah dalam penyebaran Madzhab Syiah Isma’iliyah pada tahun 970M.

Era pemerintahan Fathimiyah, madzhab negara resmi di umumkan dan di ganti menjadi Syiah Ismailiyah ditandai dengan digantinya syiar khutbah jumat kekhilafahan Abbasiyah, melarang penggunaan jubah hitam syiar orang-orang Abbasiah dan mengharuskan memakai jubah putih sebagai syiar dinasti Fathimiyah.

Sementara itu, diganti pula adzan dengan penambahan:

” حي على خير العمل”

Artinya : “Mari menuju amal yang baik”
dan juga shalawat Juga di tambahkan kata Aliyul murtado.

” اللهم صل على محمد المصطفى و على علي المرتضى و على فاطمة البتول وعلى الحسن و الحسين سبطي الرسول الذين أذهب الله عنهم الجس و طهرهم تطهيرا و صل على الأئمة الطاهرين آباء أمير المؤمنين المعز لدين الله”

Artinya : “ Ya Allah, berkahilah dan berikan solawat atas Nabi Muhammad al-Musthofa dan kepada Ali al-Murtadha dan kepada Fathimah sang perawan dan kepada Hasan dan Husein cucu Rasulullah yang mana Allah telah sucikan dan menjauhkan daripadanya siksa (neraka), berkahilah dan berikan solawat atas para Imam yang suci, bapak-bapak amirul mukminin Al Muiz Lidinillah”

Rekam jejak Fathimiyah dalam toleransi terhadap umat beragama sangatlah buruk.

Tercatat banyak sekali diskriminasi dan kekejaman yang dialami kaum Nasrani dan Yahudi bahkan terhadap ummat islam ahlusunnah.

Fathimiyah juga memiliki hubungan dekat dengan orang-orang Qaramithah di semenanjung Arab. Duet ini membuat kasus dan bertanggung jawab atas penyerangan kafilah jamaah haji pada tahun 906 M dan menyebabkan 20.000 jamaah haji terbunuh.

Ketika dilanda krisis besar pada abad ke 11, khalifah Al Adid meminta bantuan kepada penguasa Syam Asaduddin Syirkuh untuk mengirim utusan yang membantu menstabilkan keamanan negara.
Maka dikirim lah pemuda yang tangguh bernama Yusuf, bergelar Shalahudin dari Bani Ayyub inilah awal muncul sampai hari ini yang cukup terkenal Shalahuddin Al Ayyubi.

Di tangan Shaluddin Al-Ayyubi inilah banyak menyelesaikan masalah-masalah gejolak yang merongrong kekuasaan Fathimiyah. Salah satunya adalah Shawar, sang pejabat pengkhianat yang ingin mengundang kembali pasukan Romawi untuk menguasai Mesir.

Ketika Sultan Al Adid meninggal dunia, Yusuf Shalahudin Al Ayyubi sebagai kandidat terkuat sebagai pengganti Sultan.

Beliau memiliki 2 pilihan yang istimewa, yaitu meneruskan Dinasti Fathimiyah sebagai sultan ke 13 dengan Madzhab Syiah nya atau membuat Dinasti baru yang loyal kepada Madzhab Ahlu Sunnah waljamaah.
Karena loyalitas beliau terhadap Ummat islam maka Shalahudin Al Ayyubi memilih untuk menghapuskan Daulah Fathimiyah dan membentuk Dinasti baru Ayyubiyah dengan loyalitas kepada Sunni.

Barokallahufiikum
===♡♡=====♡♡====
Yuk menjadi orang tua asuh (orang tua para ulama) hanya 20-50rb/hr untuk 100 calon ulama yang sedang menuntut ilmu di timur tengah.
Info | 0852 1861 6689
Rizal

Atau simak kami di
✒ sahabatyamima.id
FanPage | sahabat yamima
IG | @sahabat yamima
Youtube | sahabat yamima channel

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY