MISIKU KE MENTAWAI {sepenggal kisah nyata}

192
0
BERBAGI

Oleh | Rizal Abu Fathi

“Kembali lagi ke agama Kristen atau jangan lagi akui kami sebagai bapakmu” 
inilah penggalan kata2 yang terucap oleh seorang bapak ketika mendengarkan anaknya pindah ke agama yang lurus yaitu Islam.

Tepat pukul 18.00 Bunyi serene kapal telah berbunyi selam 3 kali berturut turut, 
toooot 
Ya, pertanda kapal akan segera di berangkatkan.

Setelah solat maqrib lanjut jama’ isya selesai kami mulai perjalanan di atas kapal dan aku seperti biasa jika menuju mentawai aku menumpang tidur di kamar kapten kapal. 
Kali ini kapal menuju pulau siberut berubah jadi kapal AMBU2 yang biasa aku menumpang kapal GOMBOLO.
Tapi buatku ga ada masalah yang penting aman2 aja, hanya kapal ambu2 lebih kecil aja di banding kapal Gombolo yang biasa aku tumpangi.

Kapal mulai melaju dengan kecepatan beberapa knot.
1 jam perjalanan mulai terasa goyangan ombak mulai berdenyut di nadi kurebahkan badan di tempat tidur sambil mengepalkan selimut tak lupa ku sematkan do’a2 ku agar perjalanan Allah berikan kemudahan.

Badan terasa letih itu rupanya tidak bisa langsung tertidur, tapi benar2 ombak terasa bergeludak, rasa muntah ini sudah di tenggorakan sementara perjalanan ini butuh waktu 10-12 jam baru tiba di kecamatan, belum lagi masuk ke pedalaman butuh berhari hari, belum lagi harus jalan kaki di tempuh 5 jam. Intinya campur aduk dalam otakku, 
Aku sambil berguman di dalam hati ya Robb amalan apa nanti yang bisa menyelamatkan aku dari atas kapal ini? 
Aku teringat kisah nabi Yunus alaihissalam mendapatkan ujian yang sangat berat,
terjerambab di laut dan telan oleh ikan yang sangat besar,
lalu aku berpikir ulang tentang siapalah aku.!
nabi juga bukan!
Sahabat nabi juga bukan!
Orang soleh juga bukan! 
Lalu amalan apa yang bisa membawaku ke syurga jika Allah taqdirkan meninggal di atas kapal ini.

Tapi buru2 kutepis pemikiran negatipku.
aku berusaha untuk tetap tenang 
Lalu! 
kuluruskan Niat ku semula dari awal th 2013 kita sudah terbiasa bolak balik membina muallaf2 di kepulaun Mentawai khususnya wilayah Siberut, dan kali ini pemberangkatan ku sangatlah penting mengingat ada 1 mahasiswi asal mentawai sedang kuliah semester akhir di perguruan tinggi Padang, 
Qodarullah bulan ramadan kemaren memeluk islam (muallaf) kedua orang tuanya masih beragama Kristen Katholik tidak bisa menerima keislaman anaknya.

Apaan agama teroris kamu anut bapaknya terus menghardik, sambil mengatai macem2.

“Ada dua pilihan kamu pulanah kembali ke agama kristen lagi atau saya usir dari rumah ini, jangan injak lagi rumah ini, dan jangan lagi akui kami ini sebagai bapakmu apalagi biaya kuliahmu silakan cari dari agama barumu” 
tapi anaknya 
Alhamdulillah milih opsi yang kedua keluar dari rumah dan tetap mempertahankan Keislamannya. 
“Masya Allah”

Aku mendapatkan laporan dari kader ustadz2 kami di lapangan langsung aku menyanggupi biaya semua kuliah itu walau uangnya tak tampak didepan mata, (semoga ada orang baik yang menyalurkan zakatnya) tapi malu aku dengan agama sendiri jika ada kasus seperti itu kita tidak tangani dengan baik, Itulah misi penyelamatan dalam Islam.

Sementara sampai disini dulu cerita misi utama aku, dan masih banyak cerita misi yang lain tapi hawatir terlalu lama..

Bersambung insya Allah

Jika ingin mendapatkan info cerita lengkap bisa cp kami di 0852 1861 6689 
Atau takut tidak ada Signal karena di pedalaman, apalagi WA ga bisa hidup 
Atau ✒ silakan hub management sahabat yamima 
0852 8221 5157 Wawan 
021 8243 8660 Oficce 
√ 
Barokallahufiikum

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY