Turbatu za’faran & Hadiqoh Azhar

225
0
BERBAGI

Oleh | Redaktur sahabat yamima

Berangkat dari kisah sebelumnya di area masjid Al-Husein, tentang sebuah pemakaman kuno bernama Turbatu za’faran yang dibangun pada Dinasti Fathimiyah akan membuka mata kita menuju beberapa studi kasus diantaranya adalah Hadiqoh Al Azhar (taman) dan pasar tua Khan El Khalili.

Mengulas sejenak, Turbatu za’faran terletak berdampingan dengan Masjid Sayyidina Husein dan sebuah komplek pasar tua dimana para saudagar dan kabilah dagang dari negara-negara Arab datang dan menjajakan dagangan nya.

Peristiwa pemindahan jenazah kepala Sayyidina Husein pun menjadi momentum yang besar dari masa itu hingga sekarang.

Dinasti Fathimiyah di Mesir ini runtuh setelah kematian Sultan Al ‘Adid sebagai raja terakhir.

Hal ini memberikan dua pilihan kepada perdana menteri Sultan Al’ Adid yaitu Yusuf Shalahuddin Al Ayyubi untuk menentukan apakah dia akan melanjutkan Dinasti Fathimiyah yang telah berjaya tapi berakidah Syiah Ismailiyah atau membuat dinasti baru berakidah Ahlu sunnah.

Dengan loyalitas nya kepada Madzhab Ahlu Sunnah dan pengaruh pamannya Asaduddin Syirkuh yang berkuasa atas Syam, Yusuf Shalahuddin Al Ayyubi pun membangun dinasti baru yang dinamakan Dinasti Ayyubiyah dan menghapus Dinasti Fathimiyah di Mesir.

Setelah berkuasa selama satu abad lebih, dilanjutkan oleh penerus nya yaitu Dinasti Mamalik, dengan tokoh seperti Saifuddin Quthuz, Ruknuddin Dzahir Baybars bunduqdar, Aybak, sampai muncul lah Sultan Barquq yang mempunyai seorang ‘Amir (pembantu raja) bernama Jarkas Khalily yang bertanggungjawab atas kuda peliharaan sultan.

Suatu hari, Jarkas Khalily melihat komplek pemakaman Turbatu za’faran sudah tak terawat dan terbengkalai bersebelahan dengan komplek pasar, Jarkas pun meminta izin kepada Sultan Barquq untuk memindahkan pemakaman Turbatu za’faran.

Berbekal izin dari Sultan Barquq, Jarkas khalily menggusur semua komplek pemakaman dan membuang nya di depan benteng kota sebelah timur dan tidak dikuburkan kembali layaknya manusia, makhluk yang mulia.

Bagian depan benteng sebelah timur menjadi menumpuk karena puing-puing sisa Turbatu za’faran, ditambah masyarakat yang menjadikan tempat tersebut sebagai pembuangan sampah dan terus berlanjut hingga 500 tahun lebih.

Pada 1987 M, muncul gagasan pembangunan hadiqoh azhar oleh Aga Khan IV Syah karim Al Husaini (Imam Syiah Ismailiyah) sebagai bentuk rasa hormat terhadap para leluhurnya yang jasadnya di buang di tempat itu berabad abad silam. Selain itu tujuan pembangunan hadiqoh ini sebagai paru-paru kota yang penuh kemacetan ini.

Kini Hadiqoh Azhar berperan penting dalam penghijauan kota Kairo, masyarakat Mesir biasa menghabiskan waktu nya dengan duduk-duduk santai sembari meminum teh panas di sore hari menikmati hijau nya pemandangan Hadiqoh Azhar.

Kemajuan yang positif ini melahirkan gagasan pembangunan taman-tamban kota lainnya. Hingga kini telah banyak taman kota digarap oleh pemerintah Mesir yang berawal dari mimpi Hadiqoh Azhar.

Barokallahufiikum

===♡♡=====♡♡====
Yuk menjadi orang tua asuh (orang tua para ulama) hanya 20-50rb/hr untuk 100 calon ulama yang sedang menuntut ilmu di timur tengah. 
Info | 0852 1861 6689 
Rizal

Atau simak kami di 
✒ sahabatyamima.id 
FanPage | sahabat yamima 
IG | @sahabat yamima 
Youtube | sahabat yamima channel

BERBAGI
Artikel sebelumyaAWAL MADRASAH SHALIHIYAH DI MESIR
Artikel berikutnyaAir Mata yang Agung
Yayasan Amanah Insan Madani adalah sebuah Yayasan yang bergerak dalam bidang Dakwah, Sosial dan Pendidikan yang lahir pada tahun 2013 untuk mencerdaskan ummat secara ilmu dan ruhiyah.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY