Judul : Mesir di Dalam Al-Qur’an

164
0
BERBAGI

Penulis : Baharudin Irpan
========♡♡♡======

Mesir adalah negara yang terletak di Afrika bagian timur laut, negara yang berdekatan dengan Sudan,
Libya dan Palestina. Mesir juga adalah sebuah negara yang istimewa di mata Indonesia dan juga di
mata umat islam. Di mata orang Indonesia Mesir adalah kawan pertama, karena ia merupakan negara
pertama di dunia yang mengakui kedaulatan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Adapun di mata orang islam,

Mesir merupakan negara istimewa karena Mesir adalah salah satu negeri yang namanya
diabadikan di dalam Al-Qur’an, negeri yang pernah di tempati oleh para nabi, negeri yang
mengandung banyak peradaban dan juga pengetahuan.
Allah telah menciptakan sesuatu itu ada yang istimewa dan ada yang biasa-biasa saja. Contoh masjid
yang telah Allah istimewakan adalah Masjidil Harom, tempat yang diistimewakan adalah Makkah, hari
yang diistimewakan adalah jum’at, dan seseorang yang diistimewakan adalah orang tua.

Dalam kaidah
ilmu tafsir dituturkan bahwa ketika ada suatu nama benda disebutkan di dalam Al-Qur’an, maka salah
satu faedah dalam penyebutan itu menunjukkan bahwa sesuatu itu adalah hal yang istimewa.
Di dalam Al-Qur’an, kata “مصر “disebutkan secara jelas sebanyak 5 kali, yaitu pada Q.S. Al-Baqoroh
ayat 61, Q.S. Yunus ayat 87, Q.S. Yusuf ayat 21 dan 99, dan Q.S. Az-Zukhruf ayat 51. Adapun
penuturan Mesir secara kinayah ada yang mengatakan jumlahnya 28 kali dan sebagain lagi
mengatakan jumlahnya lebih dari itu.

Pada Q.S. Al-Baqoroh ayat 61 ini, para ulama tafsir berbeda pendapat terkait arti dari “مصرا اهبطوا ,“
sebagian dari mereka ada yang menyebutkan bahwa kata “مصر “ tersebut ialah Mesir yang mana
Fir’aun tinggal di dalamnya, dan sebagian ulama lagi menyebutkan bahwa maksudunya ialah “pergilah
ke suatu kota (kota manapun itu)”, karena kata “مصر “itu sendiri bisa diartikan sebagai kota. Dalam
ayat ini Al-Qur’an menyebutkan tentang kisah Nabi Musa dan kaumnya, yang mana pada waktu itu
kaum Nabi Musa tidak merasa cukup akan makanan yang telah diberikan kepada mereka, oleh karena
itu nabi Musa berkata kepada mereka : ”Pergilah ke Mesir/suatu kota, pasti kamu akan memperoleh
apa yang kamu minta.”
Posisi kata “مصر “selanjutnya ialah pada Q.S. Yunus ayat 87 , yang mana pada ayat ini Allh
menerangkan bahwa ketika rasa takut yang dirasakan oleh orang yang beriman kepada Nabi Musa
terhadap Fir’aun dan kaumnya mulai menghilang, Allah mewahyukan kepada Nabi Musa dan Harun;

“Ambillah beberapa rumah di Mesir untuk tempat tinggal kaummu dan jadikanlah rumah-rumah itu
tempat ibadah…”
Adapun pada Q.S. Yusuf ayat 21 menerangkan kejadian setelah Nabi Yusuf dimasukan ke dalam sumur
oleh saudara-saudaranya dan ditemukan oleh sekelompok musafir yang mengambil air dari sumur
tersebut, yaitu pada ayat inilah disebutkan beliau dibeli oleh seseorang dari Mesir dari para musafir
tersebut. Para ulama tafsir berbeda pendapat tentang nama dan jabatan orang tersebut, ada yang
mengatakan bahwa ia adalah raja Mesir, ada yang berpendapat bahwa ia adalah menteri dari raja
Mesir dan pendapat lainnya.

Pada ayat selanjutnya yaitu Q.S. Yusuf ayat 99, Allah swt melanjutkan tentang akhir dari kisah Nabi
Yusuf yaitu ketika setelah Nabi Yusuf telah menjadi bendahara negeri Mesir dan setelah para
saudaranya sadar akan dosa yang telah mereka lakukkan terhadap Nabi Yusuf, maka pada ayat ini
Allah menjelaskan bahwasannya para keluarga Nabi Yusuf (orang tua beserta saudaranya) masuk ke
dalam istana Nabi Yusuf, lalu ia merangkul orang tuanya seraya berkata: “Masuklah kamu sekalian ke
negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman.”

Dan yang terakhir ialah kata “مصر “yang terdapat pada Q.S. Az-Zukhruf ayat 51, sebelum ayat 51 ini
Allah swt menceritakan tentang Nabi Musa yang memperlihatkan mukjizat-mukjizatnya kepada
Fir’aun dan kaumnya, lalu ketika mereka mengingkarinya, didatangkanlah azab kepada mereka dan
lalu merekapun meminta kepada Nabi Musa agar ia mau berd’oa untuk menghilangkan azab tersebut,
lalu akhirnya Allah mengabulkan do’a Nabi Musa tersebut. Dan Pada ayat ini disebutkan bahwa ketika
Fir’aun merasa takut kaumnya akan beriman kepada Nabi Musa setelah kejadian tersebut, maka ia
pun berkata kepada mereka “Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku dan bukankah
sungai-sungai ini mengalir di bawahku; apakah kamu tidak melihat?”. Ungkapan ini Fir’aun sampaikan
sebagai bentuk dari kesombongan yang menyatakan bahwa ialah yang memiliki keagungan dan
kekuasan.

Kelima ayat inilah yang menyebutkan kata “مصر “secara jelas yang menjadikan Mesir negara
istimewa. Mesir adalah negara yang paling banyak Allah sebutkan di dalam Al-Qur’an, bahkan Makkah
sendiri (yang merupakan salah satu tempat turunnya Al-Qur’an) hanya Allah sebutkan secara jelas
satu kali saja, yaitu pada Q.S. Al-Fath ayat 24. Negeri para Nabi, Negeri Kinanah, Ummu Dunia (ibunya
dunia), itulah julukan untuk negeri istimewa ini. Semoga kita semua bisa mengunjungi negeri tersebut,
bisa menikmati keindahan peradaban di dalamnya dan bisa mendapatkan ilmu yang disampaikan oleh
para ulamanya, aamiin.

*_____________________________________________________________*

Yuk bantu saudara-saudara kita untuk menjadi penerus peradaban Islam dengan ikut berpartisipasi dalam Program Kaderisasi Ulama yang sedang belajar di Mesir, Yaman, dan negara Islam lainnya.
Info : 0852 1861 6689 (Bpk. Rizal)
Atau bisa kunjungi kami di
Sahabatyamima.id
IG : @sahabatyamima
FanPage : Sahabat Yamima
Youtube : Sahabat Yamima Channe

BERBAGI
Artikel sebelumya📝 Sekulerisme
Artikel berikutnyaMengusap Sepatu Ketika Berwudhu
Yayasan Amanah Insan Madani adalah sebuah Yayasan yang bergerak dalam bidang Dakwah, Sosial dan Pendidikan yang lahir pada tahun 2013 untuk mencerdaskan ummat secara ilmu dan ruhiyah.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY