Penyakit Hati dan Obatnya

211
0
BERBAGI

Oleh ] Ahmad Yasin bin Imam Bukhari
(Kader sahabat yamima Mesir)

Penyakit hati pada hakikatnya tidak terlepas dari dua unsur, yaitu rusaknya ilmu dan tujuan yang salah. Dua unsur tersebut menyebabkan dua penyakit hati yang mematikan; kesesatan dan penyimpangan.
Orang bisa tersesat karena ia tidak memiliki ilmu dan tidak ingin mencarinya. Sedangkan orang yang menyimpang adalah seperti seseorang yang mengetahui kebenaran akan tetapi ia tidak mengikutinya.

Perbedaan antara orang yang tersesat dan orang yang menyimpang ialah; seperti seseorang yang tersesat di perjalanan dikarenakan tidak mengetahui jalan, atau ia mengetahui jalan akan tetapi ia lupa, sama halnya orang tersesat dalam kehidupannya disebabkan tidak memiliki ilmu atau memiliki ilmu namun ilmu itu hilang darinya.
Sedangkan penyimpangan adalah seperti seseorang jika diberi ilmu dia tidak menghiraukannya atau dia menyimpang dari kebenaran itu.

Dari dua penyakit diatas akan melahirkan penyakit-penyakit lain yang dapat merusak kehidupan. Contohnya: kesesatan akan menimbulkan prasangka buruk terhadap orang lain, salah sangka dll dikarenakan tidak memiliki pengetahuan tentang yang diprasangkai. Dan penyimpangan bisa menyebabkan penyesatan terhadap orang lain karena ilmu yang akan diterimanya bukanlah kebenaran, sehingga pengetahuan yang ia miliki sama dengan kosong.

Apalagi seseorang hidup di dunia ini. Jika ilmu agama yang mereka terima tidak sesuai dengan syariat Allah maka mereka akan tersesat. Dan jika ia mengetahui kebenaran agamanya akan tetapi ia tidak mengikutinya, maka ia telah merusak agamanya. Dan agama yang benar adalah islam, Allah subhanahu wata’ala berfirman:


إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ

Artinya: Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam. [Surat Ali ‘Imran 19]
Ibnu al Qayyim menjelaskan penawar dari dua penyakit hati diatas adalah;

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Artinya: Hanya kepadaMu (ya Allah) kami beribadah dan hanya kepadamu kami memohon pertolongan. [Surat Al-Fatihah 5]
Dan yang dimaksud dalam ayat diatas ialah, penawar atau obat hati terdiri dari beberapa unsur, diantaranya;

1. Beribadah hanya untuk Allah.
2. Beribadah dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dalam syariatnya.
3. Dan tidak beribadah dengan hawa nafsu ataupun ucapan-ucapan orang tanpa ilmu.
4. Beribadah dengan memohon pertolongan kepada Allah, bukan hanya mengandalkan kekuatan dirinya.
Pengobatan secara prakteknya agar bisa ampuh menghilangkan penyakit, maka harus terdapat tiga hal, yaitu:

1. Kesesuaian antara obat dan penyakit.
2. Usaha seorang dokter atau tabib dalam mengobati pasien, dan bisa jadi seseorang itu menjadi dokter atau tabib bagi dirinya sendiri.
3. Pesakit (orang yang sakit) mau menerima dan mengonsumsi obatnya.
Jika tiga hal diatas terpenuhi insyaAllah penyakit akan hilang dengan izin dari Allah.
Mari kita mencoba bersama-sama mengoreksi diri kita masing-masing. Penyakit apa yang sedang bersarang dihati kita maupun tubuh kita. Sehingga kita akan mengetahui bagaimana dan obat apa untuk mengobatinya.
Akhukum fillaah,

*___________________________________________*

Yuk bantu jadi orang tua asuh untuk mahasiswa Indonesia yang sedang belajar untuk kebangkitan Islam dalam Program Kaderisasi Ulama di Mesir, Sudan dan negara Islam lainnya.
Info : 0852 1861 6689 (Bpk. Rizal)
Atau bisa kunjungi kami di
Sahabatyamima.id
IG : @sahabatyamima
FanPage : Sahabat Yamima
Youtube : Sahabat Yamima Channel

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY