Tafsir Surat Al Baqoroh ayat 84 dan 86

153
0
BERBAGI

Oleh : Yasin
(Kader Yamima – Mahasiswa Al Azhar Kairo)

(وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ لَا تَسْفِكُونَ دِمَاءَكُمْ وَلَا تُخْرِجُونَ أَنْفُسَكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ وَأَنْتُمْ تَشْهَدُونَ* ثُمَّ أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ تَقْتُلُونَ أَنْفُسَكُمْ وَتُخْرِجُونَ فَرِيقًا مِنْكُمْ مِنْ دِيَارِهِمْ تَظَاهَرُونَ عَلَيْهِمْ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَإِنْ يَأْتُوكُمْ أُسَارَىٰ تُفَادُوهُمْ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ ۚ أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ* أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ ۖ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ)

Artinya : Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu, “Janganlah kamu menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan mengusir dirimu (saudara sebangsamu) dari kampung halamanmu.” Kemudian kamu berikrar dan bersaksi.
Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (sesamamu), dan mengusir segolongan dari kamu dari kampung halamannya. Kamu saling membantu (menghadapi) mereka dalam kejahatan dan permusuhan. Dan jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal kamu dilarang mengusir mereka. Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Maka tidak akan diringankan azabnya dan mereka tidak akan ditolong. (QS. Al Baqarah : 84-86)

Tafsirnya kurang lebih:
Dahulu di Madinah sebelum diutusnya Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam suku Auz dan Khazhraj merupakan golongan orang-orang yang menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala. Mereka saling bunuh membunuh karena memang begitulah adat jahiliyah. Kemudian datanglah kepada mereka tiga kelompok Yahudi, yaitu Yahudi Bani Quraidzah, Yahudi Bani Nadhir dan Yahudi Bani Qoinuqo’. Dan setiap kelompok dari orang Yahudi tersebut bersekutu dengan kelompok-kelompok yang berada di Madinah. Mereka membuat sebuah perjanjian atau kesepakatan bersama saling bantu membantu dalam hal perekonomian maupun keamanan jika ada serangan terhadap mereka.

Dan jika terjadi perang antara kelompok satu dengan yang lain, maka kelompok Yahudi membantu sekutunya. Sehingga Yahudi juga memerangi Yahudi yang lain, dikarenakan mereka membela sekutunya masing-masing. Akibat perang yang terjadi kelompok yang menang mengusir kelompok yang kalah dari rumah-rumah mereka, dan jika bagian dari kelompoknya tertawan oleh musuh maka mereka menebusnya.
Tiga hal diatas yaitu berperang, mengusir penduduk dari rumah-rumahnya dan menebus tawanan merupakan larangan dan perintah didalam kitab yang Allah turunkan kepada mereka. Berperang dan mengusir penduduk dari rumahnya merupakan perbuatan yang diharamkan bagi mereka, sedangkan menebus tawanan perang adalah kewajiban yang harus dilakukan jika hal itu terjadi.

Namun mereka hanya melakukan yang ketiga saja, yaitu menebus tawanan perang dan melanggar dua larangan sebelumnya. Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada mereka: “Apakah kalian hanya mengimani sebagian dari kitab taurat? Dan memungkiri sebagiannya?”. Mengimani sebagian yang ada didalam kitab mereka yang dimaksud adalah mereka menjalankan perintah menebus tawanan perang jika hal itu terjadi. Sedangkan memungkiri sebagiannya adalah mereka melanggar larangan Allah untuk tidak saling memerangi satu sama lain dan tidak mengusir penduduk dari rumahnya. Dan begitulah kebiasaan orang-orang Yahudi dari dahulu hingga sekarang, mereka memerangi penduduk palestina serta mengusirnya dari tanah kelahiran mereka.
Ayat ini menjelaskan bahwa iman kepada kitab Allah subhanahu wa ta’ala melazimkan untuk taat kepada perintah-perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Kemudian Allah menghinakan mereka di dunia atas perbuatan yang mereka lakukan dan pada hari kiamat mereka akan mendapatkan adzab yang amat pedih. Itulah janji Allah kepada orang-orang yang hanya beriman kepada sebagian isi kitab dan memungkiri sebagian yang lain.
Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa mereka itulah orang-orang yang menjual agamanya demi kenikmatan dunia yang fana. Dan hal itu terjadi akibat perbuatan mereka yang mengimani sebagian isi kitab dan memungkiri sebagian yang lain. Orang-orang seperti itu tidak akan diringankan adzabnya di akhirat nanti dan mereka tidak akan mendapat pertolongan.
Faedah :
• Termasuk sebesar-besar perbuatan kekufuran adalah iman kepada sebagian isi kitab dan memungkiri sebagian isi yang lain. Karena pelukanya menuhankan hawa nafsunya.
• Tidak menjalankan perintah dan tidak menjauhi larangan-larangan Allah merupakan perbuatan kekufuran yang dapat menyebabkan datangnya azab dari Allah.
• Berperang hanya untuk kepuasan nafsu dan tidak untuk menegakkan kalimat Allah merupakan perbuatan jahiliyyah.
• Dalam ayat diatas terdapat penjelasan tentang perbuatan Yahudi yang membangkang terhadap perintah Allah, mengikuti hawa nafsu dan bermain-main dengan ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada mereka.
• Akhir dari perbuatan membangkang perintah Allah, mengikuti hawa nafsu dan bermain-main dengan ayat-ayat Allah adalah kehinaan di dunia dan azab yang pedih di akhirat kelak.

Disadur dari kitab Mukhtashor fi Tafsir karya beberapa Ulama dan kitab Taisir karya Imam as Sa’di.
Akhukum fillaah,

*_______________________________________________________________________*

Yuk bantu saudara-saudara kita untuk menjadi penerus peradaban Islam dengan ikut berpartisipasi dalam Program Kaderisasi Ulama yang sedang belajar di Mesir, Sudan dan negara Islam lainnya.
Info : 0852 1861 6689 (Bpk. Rizal)
Atau bisa kunjungi kami di
Sahabatyamima.id
IG : @sahabatyamima
FanPage : Sahabat Yamima
Youtube : Sahabat Yamima Channel

BERBAGI
Artikel sebelumyaMembiasakan Berdzikir Kalimat Thoyyibah
Artikel berikutnyaPeganglah Tanganya
Yayasan Amanah Insan Madani adalah sebuah Yayasan yang bergerak dalam bidang Dakwah, Sosial dan Pendidikan yang lahir pada tahun 2013 untuk mencerdaskan ummat secara ilmu dan ruhiyah.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY