Apakah orang mati bisa mendengarkan orang yang masih hidup?

261
0
BERBAGI

Oleh : Mukhlis Ibnu Katsir
( Kader Sahabat Yamima – Mahasiswa Al-Azhar, Kairo )

Ada beberapa hadis yang menunjukan bahwa mereka mendengar suara orang hidup, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الْمَيِّتَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ، إِنَّهُ لَيَسْمَعُ خَفْقَ نِعَالِهِمْ إِذَا انْصَرَفُوا[1]

Artinya: “Sesungguhnya mayit jika sudah dimasukkan ke liang kubur maka dia mendengarkan suara sendal mereka tatkala meninggalkannya.” (HR. Muslim).

Setelah perang badar berakhir dengan kemenangan, tiga hari kemudian Rasulullah ﷺ berdiri di hadapan para dedengkot Quraish yang tewas terbunuh dalam medan perang seraya berkata: Hai Abu Jahal bin Hisyam..! Hai Syaibah bin Rabiah..!! Hai Utbah bin Rabiah…!! Hai Umayyah bin Khalaf..!! Bukankah kalian telah mendapati kebenaran apa yang telah dijanjikan Tuhanmu kepada kalian? Sungguh aku telah mendapatkan kebenaran apa yang dijanjikan Tuhanku kepadaku.” Lalu para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah ﷺ apakah anda memanggil orang yang sudah menjadi bangkai?” Rasulullah ﷺ bersabda: “kalian tidak lebih mendengar apa yang aku katakan dari pada mereka, akan tetapi mereka tidak mampu untuk menjawabnya.” [2] Qatadah ketika mengomentari hadis ini beliau berkata: “Allah ﷻ menghidupkan mereka agar mendengarkan ucapan Rasulullah ﷺ sebagai bentuk penghinaan, perendehan dan balas dendam.”[3] Dan Rasulullah ﷺ juga memerintahkan kepada orang yang berziarah kubur untuk mengucapkan kepada mereka:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ[4]

“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.” (HR. Muslim).

Sebagian ulama berkata bahwa kalimat ini hanya diucapkan kepada orang yang bisa mendengarkan karena tidak mungkin ucapan salam disampaikan kepada benda mati. Ini adalah dalil-dalil yang mengisyaratkan bahwa orang mati bisa mendengar, namun ada ayat-ayat dalam Al-Qur’an dan hadis yang menunjukkan bahwa mereka tidak bisa mendengar suara orang hidup, makannya mayoritas ulama berpendapat orang mati tidak bisa mendengar, berdasarkan firman Allah ﷺ:

إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ ٱلْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا وَلَّوْا۟ مُدْبِرِینَ

Artinya: “Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan, apabila mereka telah berpaling membelakang.” (Q.S An-Naml:80).

Allah ﷻ berfirman:

ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ ٱلْمُلْكُ ۚ وَٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا۟ دُعَآءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا۟ مَا ٱسْتَجَابُوا۟ لَكُمْ ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ ۚ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ

Artinya: “Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya-lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui. (Q.S Fathir:13,14).

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ فِي الْأَرْضِ مَلَائِكَةً سَيَّاحِينَ، يُبَلِّغُونِي مِنْ أُمَّتِي السَّلَامَ[5]

Artinya: “sesungguhnya Allah ﷻ memiliki malaikat yang berkeliling di bumi, mereka menyampaikan salam dari umatku untukku”. (HR. Ahmad).

Dalam hadis ini jelas bahwa Rasulullah ﷺ tidak bisa mendengarkan salam dari umatnya secara langsung, karena jikalau mendengar maka malaikat tidak perlu untuk menyampaikan kepadanya dan jika Rasulullah ﷺ saja tidak mendengar maka apalagi orang lain yang kutamaannya jauh dibandingkan Rasulullah ﷺ.

Kesimpulannya adalah orang yang sudah mati pada hukum asalnya tidak bisa mendengarkan suara orang hidup, namun terkadang mereka bisa mendengarkan dalam beberapa keadaan seperti pada hadis diatas. Sebagian kaum muslimin menyangka bahwa keadaan orang mati seperti orang hidup yang bisa mendengarkan apa saja sehingga mereka membaca Ayat-ayat Al-Qur’an di kuburan dengan tujuan agar mayit mendengarkannya dan mendapat pahala dengan mendengarkan bacaan tersebut, tentunya ini adalah sebuah kesalahan yang fatal dan para ulama tidak pernah mengatakan demikian. Sebagaiman perkataan Ibnu abi izz rahimahullah: “Dan barangsiapa berkata bahwa mayit dapat mengambil manfaat dari bacaan Al-Qur’an disisinya dengan anggapan bahwa dia mendengarkan firman Allah ﷻ maka ini tidak ada perkataan yang shahih dari para imam masyhur”.[6]

Wallahu a’lam.


[1] Shahih Muslim halaman 2201.

[2] Sunan kubra Nasai halaman 482.

[3] Musnad Ahmad halaman 456.

[4] Shahih Muslim halaman 671.

[5] Musnad Ahmad halaman 183.

[6] Kitab syarah tahawiyah halaman 458.


Baca Serial Sebelumnya:

  1. Ketika Orang Beriman Menyambut Malam Pertamanya di Alam Kubur.
  2. Nasib Malang Orang Kafir di Akhir Hayatnya
  3. Ketika Orang Kafir Menyambut Malam Pertamanya di Alam Kubur
  4. Hadirnya setan saat proses kematian

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY