Ketika Orang Beriman Menyambut Malam Pertamanya di Alam Kubur.

301
0
BERBAGI

Oleh : Mukhlis Ibnu Katsier
( Kader Sahabat Yamima – Mahasiswa Al-Azhar, Kairo )

Ada sebagian manusia yang mengingkari adanya kenikmatan dan siksaan di alam kubur, namun mereka semua meyakini bahwa setelah meninggal dunia akan masuk ke alam kubur. Iya,,! Setelah manusia di cabut nyawanya oleh malaikat maut, meninggalkan harta juga anaknya kemudian dia akan mengawali kehidupan akhirat dengan tempat yang sangat sederhana sebagai lintas persinggahan, yaitu alam kubur. Alam kubur disebut juga dengan alam barzakh yang artinya suatu penghalang antara dua hal, dan tidak diragukan lagi bahwa Alam kubur adalah penghalang Antara kematian dengan hari kebangkitan.

Dan karena kebanyakan orang yang mati itu di kubur maka di kenal dengan sebutan Alam Kubur.
Allah SWT berfirman, yang artinya :
“Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”. (Q.S Al-Mukminun [23]
: 100).

Di kisahkan bahwa Usman bin Affan pernah berhenti di area kuburan, lalu beliaupun menangis tersedu-sedu hingga air matanya membasahi jenggotnya, kemudian beliau meriwayatkan sabda Rasulullah Saw yang berbunyi:
“Sesungguhnya kuburan adalah tempat singgah pertama di akhirat. Jika penghuni nya selamat darinya maka setelah nya akan lebih mudah. Dan jika tidak selamat maka setelah nya akan lebih susah”. (HR. Tirmidzi).
Seseorang yang berada di alam kubur sangat berharap untuk di berikan kesempatan untuk kembali ke dunia lagi meskipun hanya sesaat, dengan tujuan agar bisa menambah amalan shaleh. Rasulullah Saw pernah melewati sebuah kuburan yang mana kuburan tersebut masih baru, lalu Beliau bersabda:

Dua rakaat sedikit yang kalian remehkan dan kalian jadikan sebagai amalan Sunnah (jika) di tambahkan kepada amalan shalih untuk penghuni kuburan ini maka itu lebih dia senangi dari pada sisa umur dunia kalian.Pada keadaan seperti ini seseorang baru memahami hakikat kesuksesan, dan dia menyadari bahwa segala yang dia usahakan dahulu tidak ada yang bermanfaat kecuali amalan shalihnya saja. Harta, anak dan keluarga yang selalu dia jaga akan meninggalkannya di dalam kuburan seorang diri, sedangkan dua rakaat shalat lebih dia harapkan dibandingkan semua kelezatan di dunia. Setiap manusia akan mengalami malam pertamanya di alam kubur dengan keadaannya masing-masing. Ada yang merasa bahagia dan ada juga yang sengsara. Iya, tentunya itu karena ada hubungannya dengan keadaan mereka tatkala di dunia.

Allah SWT tidak akan menyamakan antara orang kafir dengan orang Muslim, orang Mukmin dengan orang munafik, dan orang shalih dengan orang shalih. Karena Allah Swt maha adil dan maha bijaksana. Seorang yang beriman akan memperoleh kenikmatan di alam kubur, bahkan semenjak dia mau meninggal dunia sudah merasakan bahagia karena kabar gembira dari malaikat, malaikat maut sebelum mengambil nyawanya dia menyampaikan salam dari Allah baginya. Sebagaimana tertera dalam hadits Rasulullah saw dengan bermacam-macam jalur riwayatnya, seorang mukmin ketika mau meninggal dunia maka malaikat turun dari langit dengan wajah yang berseri-seri layaknya sinar matahari dengan membawa kain kafan dan minyak wangi yang berasal dari surga, hingga mereka duduk di dekat orang mukmin ini. Lalu datanglah malaikat maut (pencabut nyawa) dan duduk di dekat kepala orang tadi.

Kemudian dia berkata:
“Wahai jiwa yang baik, keluarlah menjemput ampunan dan keridhaan dari Allah SWT”. Maka ruh itupun keluar dengan lembut, seperti tetesan air yang keluar dari wadahnya. Setelah ruh itu keluar maka semua malaikat di langit maupun di bumi menshalatkanya, dan seluruh pintu langit di buka untuknya. Bahkan tidak ada penghuni pintu langit kecuali mereka berdoa kepada Allah agar ruh nya di angkat ke langit melewati pintu mereka. Dan para malaikat bersegera memasukkan ruh tadi ke kain kafan yang di bawa dan terdapat minyak wangi dari surga. Sehingga keluarlah bau harum yang sangat semerbak, seperti wewangian terharum yang ada di muka bumi ini. Lalu mereka membawanya naik ke langit. Setiap melewati suatu perkumpulan dari kalangan malaikat selalu di tanya:
“Ruh siapa ini? Baunya sangat harum”.Mereka menjawab:
Fulan bin Fulan, dengan namanya yang terindah.
Hingga sampai ke langit dunia (pertama), di bukalah pintu bagi mereka, dan malaikat muqorrobun (yang dekat dengan Allah) dari penduduk langit pertama ikut mengantarkan jenazah tadi ke langit setelahnya, begitu seterusnya sampai pada langit ke tujuh. Setelah mereka sampai di langit tujuh maka Allah SWT berfirman:
“Tulislah kitabnya pada Iliyyin (kitab orang baik), kembalikanlah ke dalam tanah, karena
sesungguhnya Aku menciptakannya dari tanah, Aku akan kembalikan dia ke tanah lagi dan
Akupun akan bangkitkan mereka dari tanah”.

Lalu ruh tadi di kembalikan lagi ke tanah sehingga menyatu dengan jasadnya yang ada di alam kubur. Dia bisa mendengar suara sendalnya orang-orang yang mengantarkan ke kuburan tatkala pergi meninggalkannya.
Datanglah dua malaikat yang menghardik dengan keras dan mendudukkan mayit tadi seraya
bertanya:
“Siapa tuhanmu?!”
Dia menjawab:
Tuhanku Allah.
“Apa agamamu?!”
Dia menjawab:
Agamaku Islam.
Menurutmu siapa laki-laki yang di utus kepada kalian?
Dia menjawab:
Dia adalah utusan Allah.
“Apa amalanmu?”
Dia menjawab:
Aku membaca Al-Qur’an, aku beriman kepadanya dan akupun mempercayainya. Itulah akhir fitnah yang di hadapi seorang mukmin, namun Allah swt teguhkan mereka untuk menjawab pertanyaan dari kedua malaikat tersebut.
Allah swt berfirman :
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam
kehidupan di dunia dan di akhirat”. (Q.S Ibrahim : 27).

Setelah berhasil menjawab semua pertanyaan yang di ajukan kepadanya tiba-tiba ada yang menyeru dari atas langit :
“Hambaku benar, bentangkan permadani dari surga, kenakan pakaian dari surga, dan bukakan pintu surga untuknya. Dia pun merasakan angin sepoi-sepoi dan bau harum dari surga dan kuburannya juga di perluas sejauh mata memandang.
Lalu dia di datangi oleh seorang laki-laki yang tampan, mengenakan baju yang bagus dan baunya sangat harum seraya berkata:
“Bergembiralah dengan suatu yang bisa membahagiakanmu, bergembiralah dengan ridha
Allah, bergembiralah dengan surga yang di dalamnya terdapat kenikmatan yang kekal, inilah hari
yang mana pernah di janjikan kepadamu”.

Dia menjawab :
Semoga Allah juga memberikan kabar gembira kepadamu dengan kebaikan.
Siapa kamu? Wajahmu adalah tipe wajah yang membawa kebaikan.

Dia menjawab:
“Aku adalah amalan shalihmu.
Demi Allah tidaklah aku mendapatimu melainkan engkau senantiasa bersegera dalam ketaatan kepada Allah dan lambat dalam maksiat kepada Allah. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan”. Kemudian di bukakan pintu surga dan pintu neraka baginya.
Dan di katakan kepadanya:
Inilah tempatmu (neraka) seandainya dulu engkau mendurhakai Allah SWT. Allah SWT telah menggantikan untukmu dengan ini (surga). Tatkala dia melihat apa yang ada di dalam surga maka dia berkata:
Ya Allah percepatlah hari kiamat, biar aku bisa kembali kepada keluarga dan hartaku.
Lalu dikatakan kepadanya:
“Tenanglah”.
——–Ya Allah kami berlindung kepadamu dari adzab kubur, kuatkanlah hati kami untuk menghadapi
firnah kubur dan karuniakanlah kepada kami kenikmatan yang ada di alam kubur sebelum
kenikmatan yang ada di surga firdaus Mu.
Amin.
.
*_______________________________________________________________________*

Yuk bantu jadi orang tua asuh untuk mahasiswa Indonesia yang sedang belajar untuk kebangkitan Islam dalam Program Kaderisasi Ulama di Mesir, Sudan dan negara Islam lainnya.
Info :📱0852 1861 6689 (Bpk. Rizal)
Atau bisa kunjungi kami di
Sahabatyamima.id
IG : @sahabatyamima
FanPage : Sahabat Yamima
Youtube : Sahabat Yamima Channel

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY