Nasib Malang Orang Kafir di Akhir Hayatnya

255
0
BERBAGI

Oleh : Mukhlis Ibnu Katsir
( Kader Sahabat Yamima – Mahasiswa Al-Azhar, Kairo )

Di saat orang beriman mendapatkan kebahagiaan di akhir hidupnya, orang kafir merasakan kesengsaraan di akhir hayatnya.

Dia menerima adzab dari Allah SWT di dunia sebelum di akhirat.

Banyak sekali siksaan dan hinaan yang akan mereka hadapi diakhir kehidupannya.

Mereka melihat malaikat yang wajahnya hitam dan terlihat kejam, sehingga dengan pemandangan itu hatinya sudah tertimpa kesedihan dan ketakutan yang sangat dahsyat.

Allah SWT berfirman:

يَوْمَ يَرَوْنَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ لَا بُشْرَىٰ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُجْرِمِينَ وَيَقُولُونَ حِجْرًا مَّحْجُورًا

“(Ingatlah) pada hari (ketika) mereka melihat malaikat, pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata: “Hijraan mahjuuraa”.” (Q.S Al-furqan : 22).

Hijran Mahjuraa adalah ungkapan yang biasa diucapkan orang Arab saat bertemu musuh yang tak dapat dielakan lagi, atau ditimpa bencana yang tidak dapat dihindari.

Ungkapan ini berarti: “semoga Allah menghindarkan bahaya ini dari saya”.

Mereka juga merasakan pukulan sangat keras dan penghinaan tatkala ruh dicabut dari tubuhnya.

Allah SWT berfirman:

وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ يَتَوَفَّى ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۙ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَٰرَهُمْ وَذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ [الأنفال : ٥٠].

“Seandainya kamu melihat tatkala para malaikat mencabut nyawa orang-orang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri). (Q.S Al-Anfal : 50).

Di dalam kitab tafsir Ibnu Katsir ayat ini mengandung makna:

Wahai Muhammad, jika engkau melihat keadaan malaikat tatkala mematikan orang-orang kafir maka engkau akan menyaksikan perkara yang dahsyat, mengerikan dan seram.

Karena para malaikat memukul wajah-wajah dan punggung mereka serta berkata : “Rasakan itu siksaan api neraka.!!!”

Sebagian Ulama tafsir menyebutkan bahwa pantat mereka juga mendapatkan pukulan dari malaikat, ini tentunya suatu penghinaan yang sangat mendalam.

Pada saat itulah mereka menyesal dan berharap untuk dikembalikan lagi ke dunia supaya bisa mengerjakan amal shaleh yang sudah mereka tinggalkan, namun sayangnya penyesalan itu tak berguna lagi.

Allah SWT berfirman:

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka maka dia berkata: “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia).

لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ

Agar aku berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan.

Sekali-kali tidak.!! Sesungguhnya itu hanyalah perkataan yang diucapkannya saja.” (Q.S Al-Mukminun : 99).

Di saat proses pencabutan nyawa oleh malaikat maut mereka sangat merasakan adanya tindakan kekerasan dan penganiayaan.

Bagaimana tidak, nyawa mereka dicabut tanpa basa-basi sampai urat dan sarafnya terputus-putus.

Jika kita perhatikan hadits-hadits Rasulullah SAW maka akan kita dapati keadaan orang kafir ketika mau meninggalkan dunia dan menuju kampung akhirat malaikatpun turun dari langit dengan wajah yang hitam, membawa kain tenun kasar yang sebenarnya tidak pantas untuk dipakai oleh manusia.

Mereka duduk di dekatnya menunggu kehadiran malaikat maut dan diapun melihat para malaikat yang mengelilinginya.

Lalu datanglah malaikat maut, kemudian duduk di dekat kepala orang tadi.

Dia berkata:

“Hai jiwa yang buruk, keluarlah untuk menjemput amarah dan murka dari Allah SWT…!!”.

Malaikat maut mencabut nyawanya dengan keras sehingga tubuhnya hancur, seperti bulu domba yang basah kemudian dimasukan ke tusuk sate dengan kencang, lalu tusuk sate tersebut dicabut dengan sekuat tenaga, dan tentunya bulu domba tadi akan rusak dan berserakan.

Coba bayangkan..

Jika anda menancapkan paku ke dinding kemudian setelah 10 tahun lamanya anda mencabut paku tadi dengan cepat dan kuat, apa yang anda dapatkan?

Pasti dinding yang berada disekitar paku tadi pecah berantakan kan?

Begitulah perumpamaan nyawa yang diambil dari tubuh manusia dengan cepat dan keras.

Dan Allah SWT pernah bersumpah dengan makhluknya yang mulia tersebut:

Allah SWT berfirman:

وَٱلنَّٰزِعَٰتِ غَرْقًا

“Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras.” (Q.S An-Nazi’at : 1).

Ini menunjukan bahwa malaikat maut terkadang mencabut nyawa seseorang dengan keras, yaitu ketika orang yang dimatikan adalah orang kafir.

——-

#Serial 2. #perjalanan_menuju_akhirat

Sumber:

Kitab Rihlah Ila Daril Akhirat, karangan Syeikh Mahmud Al-Mishri.


Baca Serial Sebelumnya:

  1. Ketika Orang Beriman Menyambut Malam Pertamanya di Alam Kubur.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY