📝 Kenapa Manusia Tidak Bisa Menyaksikan Adzab Kubur?

399
0
BERBAGI

Oleh : Mukhlis Ibnu Katsier (Kader Sahabat Yamima).Adzab kubur

Termasuk perkara ghaib yang harus diyakini agar seseorang menjadi hamba Allah ﷻ yang beriman. Allah ﷻ telah memberikan kemampuan kepada Rasulullah ﷺ untuk bisa mendengarkan suara orang yang sedang disiksa di dalam kubur. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ pernah keluar rumah setelah matahari terbenam, lalu beliau mendengar suara seraya bersabda:

يَهُودُ تُعَذَّبُ فِي قُبُورِهَا .رواه البخاري.

“Orang-orang Yahudi sedang disiksa di dalam kuburan mereka.” (HR. Bukhari)Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu pernah mengabarkan bahwa Rasulullah ﷻ pernah melewati dua kuburan, kemudian beliau bersabda:

إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ البَوْلِ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ. رواه البخاري.

“Sesungguhnya mereka berdua sedang disiksa dan tidaklah mereka disiksa akibat dosa besar. Salah satunya tidak menjaga dirinya dari kencing dan orang yang kedua selalu menebar namimah (adu domba)” (HR. Bukhari).
Manusia pada dasarnya tidak bisa mendengarkan adzab di alam kubur karena Allah ﷻ tidak mengizinkannya, dan tentunya di balik itu terdapat hikmah yang sangat banyak; baik untuk orang yang masih hidup maupun orang yang meninggal. Hikmah bagi orang yang meninggal yaitu aibnya tidak diketahui oleh manusia, dan ini adalah bentuk kasih sayang Allah ﷻ kepadanya.


Adapun hikmah bagi orang yang masih hidup maka banyak sekali yang bisa kita rasakan, coba seandainya manusia bisa mendengar atau menyaksikan siksa kubur maka niscaya mereka tidak akan merasa tenang dalam menjalani kehidupan di dunia ini, sekiranya akan senantiasa terngiang-ngiang dalam pikirannya.
Coba bayangkan jika anda melihat bapak, ibu, saudara atau siapapun yang dekat dengan anda sedang disiksa maka pasti anda akan selalu memikirkannya, galau dan tidak bisa istirahat. Bahkan mungkin anda tidak akan berani untuk mengubur saudara yang meninggal dunia, karena rasa takut terhadap siksaan di alam kubur yang anda saksikan.

Oleh karenanya Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

فَلَوْلَا أَنْ لَا تَدَافَنُوا، لَدَعَوْتُ اللهَ أَنْ يُسْمِعَكُمْ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ الَّذِي أَسْمَعُ مِنْهُ .رواه مسلم

“Seandainya bukan karena kamu takut mengubur niscaya aku berdoa kepada Allah ﷻ agar memperdengarkan kepada kalian adzab kubur yang aku dengar.”(HR. Muslim).


Namun terkadang Allah ﷻ menampakkan kepada sebagian hambanya, karena banyak riwayat dari para ulama yang bisa dipercaya bahwa sebagian orang pernah mengalami hal demikian. Ibnu Taimiyah rahimahullahu pernah berkata, “Terkadang diperlihatkan kepada anak-anak zaman kita baik dalam sadar atau mimpi, dan mereka mengetahui adzab kubur dan benar-benar melihat.”


Dan banyak kisah dari para ulama tentang hal ini, salah satunya yaitu kisah yang disampaikan oleh Ibnu Qayyim rahimahullahu dalam kitabnya sekiranya dia berkata, “Aku dikabari oleh seorang teman yang bernama Abu Abdillah Muhammad bin Raziz rahimahullahu bahwa dia pernah keluar rumah menuju kebunnya di akhir waktu ashar. Diapun berkata, “Ketika matahari terbenam aku berada di tengah-tengah kuburan, dan ternyata ada satu kuburan yang tiba-tiba terbakar hingga menjadi bara api seperti cangkir dari kaca dan di tengahnya terdapat mayit. Lalu aku mengusap mataku seraya berkata, “ Apakah aku sedang tidur ataukah sadar? Akupun menengok ke arah pagar kota Madinah (untuk meyakinkan keadaannya), aku berkata, “Demi Allah aku tidak tidur.” Kemudian aku pulang dalam keadaan tercengang. Aku diambilkan makanan oleh keluargaku, namun aku tidak bisa memakannya. Lalu aku masuk ke daerah tersebut dan bertanya tentang penghuni kuburan tadi, dan ternyata dia adalah orang yang kerjanya tukang ngambil pajak dan baru meninggal hari ini.”


Maka dari itu, tidak diizinkannya manusia untuk menyaksikan adzab kubur mengandung hikmah yang besar dan juga termasuk bentuk kasih sayang Allah ﷻ kepada hamba-Nya. Dan ini juga salah satu bentuk ujian dari Allah ﷻ untuk membedakan antara orang beriman dengan orang kafir, karena jika manusia bisa menyaksikan adzab kubur niscaya mereka semua beriman kepada Allah ﷻ.


Syeikh Utsaimin rahimahullahu berkata: “orang yang benar-benar beriman adalah orang yang meyakini berita dari Allah ﷻ lebih dari pada apa yang dilihat dengan matanya; karena berita dari Allah ﷻ tidak mungkin mengandung kesalahan atau kedustaaan sedangkan apa yang dilihat oleh matanya mengandung kemungkinan adanya kesalahan. Betapa banyak orang yang bersaksi bahwa dirinya melihat hilal namun ternyata itu adalah bintang. Betapa banyak orang yang bersaksi bahwa dirinya melihat hilal namun ternyata itu adalah rambut putih yang ada di atas alis matanya, dan ini adalah sebuah kesalahan. Betapa banyak orang melihat bayangan dan berkata, “ini ada orang yang datang” namun ternyata itu adalah batang kurma. Dan betapa banyak orang yang melihat benda diam sebagai benda yang bergerak, dan benda bergerak sebagai benda yang diam. Akan tetapi berita dari Allah ﷻ selama-lamanya tidak akan mengandung kemungkinan (benar atau salah).”

Wallahu a’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY