40 Kepala Keluarga Suku Wana akan masuk Islam bersama yamima dan mualaf center aya sofya

334
0
BERBAGI

Suku Wana adalah satu suku terasing yang mendiami hutan belantara di wilayah Sulawesi Tengah.

Mereka disebut sebagai suku terasing karena wilayah mereka yang “terisolasi” dan keadaan ketidakberdayaan dari suku ini.

Mereka membuat rumah dan tinggal di atas pohon.

Suku ini pun enggan bertemu dengan orang luar. Mereka telah lama terisolasi dari peradaban modern.

Pola hidup suku itu dipengaruhi oleh sistem adat yang dianut oleh mereka.

Mereka menyandarkan hidup mereka pada hutan adat.

Penyikapan mereka terhadap hutan yang dianggap sebagai petunjuk dalam menjalani hidup memberi arah hidup orang Wana sehari-hari.

Di luar hari-hari mengerjakan lahan kebun dan masa menuai tanaman, mereka menghabiskan hari-hari mereka di hutan tropis Cagar Alam Morowali.

Kehidupan orang Wana sangat bergantung pada kearifan lingkungan alam sekeliling mereka.

Oleh karena itu, mereka sangat memercayai adanya ruh (spirit) yang menjaga atau memelihara setiap jengkal tanah dan hutan.

Setiap kerusakan lingkungan ataupun perubahan siklus alam yang tidak berjalan sebagaimana biasanya dipercayai sebagai tanda murkanya sang penjaga. Untuk mencegah kemurkaan para penjaga yang memelihara lingkungan, mereka memberi persembahan atau sesajen (kapongo) di setiap bukit atau bagian dari hutan ketika, misalnya, mereka akan membuka lahan ladang baru. Perlengkapan kapongo terdiri atas sirih, pinang, kapur, dan tembakau, yang diletakkan pada sebuah “rumah” yang tingginya sekitar 40–50 cm dari permukaan tanah.

Inilah sekilas gambaran kepercayaan dan tradisi suku wana sampai hari ini, tetapi yang namanya hidayah kita tidak pernah tahu dari sisi mana akan menyapa.

Mereka berlomba-lomba ingin masuk Islam.

Bulan Februari lalu di tahun ini juga, sebanyak 347 orang di suku wana telah bersyahadat di depan para da’i Morowali (ust. Sigit) dan juga PAKAR KRISTILOGI ust. Ls Insan Mokoginta Allahuyarham.

Kini, setelah kepergian Pakar Kristolog Indonesia tersebut, langkah tidak boleh terhenti. Beliau telah memberikan kita contoh dan menjadi panutan semasa hidupnya. Merupakan suatu amanah besar bagi kita yang masih Allah beri kesempatan bernafas hingga detik ini.

Insya Allah akan membersamai kami Ust. Dr. Kainama yang merupakan mantan pendeta dan pakar kristologi Indonesia.

Dan insya Allah akan bertambah lagi saudara kita yang baru, mereka akan bersyahadat Biiznillah tanggal 7-8 November 2020 besok.

Sekaligus kami akan mengadakan sunatan masal Mualaf-mualaf yang telah bersyahadat.

Harapan kami, siapapun yang membaca pesan ini agar mendo’akan mereka agar istiqomah di jalan Islam.

Jika ada yang mau Support program pembinaan mualaf dan pembangunan Islamic Center di Morowali bisa melalui rekening :
BCA.
Rekening 56-8050-7777
A.n Yayasan Amanah Insan Madani.

Kami juga menerima support dalam bentuk Mukena dan Sarung baru yang dapat dikirimkan ke kantor kami di alamat :
Sahabat Yamima
Jl. Batu Giok 2, No. 110B
RT. 004 RW. 37, Bojong Rawalumbu
Kec. Rawalumbu, Bekasi 17116

#DukungSyahadatMassal

#SukuWana

Baarakallahufiikum

Rizal abu fathi
CP | 0852 1861 6689

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY