Perjalanan Yamima bersama Mualaf Center Aya Sofya dan Ust. DR. Ahmad Kainama Menuntun Syahadat suku WANA Morowali Utara

376
0
BERBAGI

Perjalanan kami dari Jakarta menuju Bandara Aminuddin Luwuk Kab. Banggai transit di Makassar, lalu setelah dari Luwuk Banggai kita melanjutkan perjalanan menuju Kab. Morowali Utara, dan singgah ke kota Morowali Utara lewat pelabuhan kapal Kolonadale untuk mengisi kajian di beberapa masjid dengan tema perbandingan Agama di isi oleh mantan pendeta Ust DR Ahmad Kainama (semoga Allah jaga beliau). Dari bandara Luwuk ini perjalanan 5 jam darat dan 5 jam laut baru tiba di kota kab Morowali Utara.

Setelah 2 hari disana, kami melanjutkan penyeberangan lewat kapal lagi balik arah 5 jam laut istirahat malam barulah di pagi hari kita melalui mobil doble kardan bak terbuka, kamilah penumpangnya, perjalanan ini hanya sampai di Desa Salebiru. Perjalanan menuju Desa ini memakan waktu 5 jam.

Setelah dari Desa Salebiru ini kami menuju dusun LAMBENTANA dusun Lambentana inilah lokasi dimana pensyahadatan masal akan dilaksanakan, yaitu titik acara puncak penuntunan syahadat.

Kami melanjutkan perjalanan Dengan menumpang ojek sepeda motor warga setempat, dengan biaya 250rb jarak tempuh kurang lebih 3 jam, itupun harus siap-siap kalau-kalau motor terbalik. Saya sendiri sempat jatuh 4 kali, subhanallah karna jalan licin malamnya habis di guyur hujan.

Terkadang kami harus berjalan kaki juga dengan melawati sungai bebatuan itupun 3 sungai harus kami lewati. Hampir-hampir badan ini menyerah tapi insya Allah karena tekad yang kuat itu selalu hadir membersamai agama yang Hanif di tengah jiwa yang bergejolak tanpa ketenangan di hati suku Wana, kami harus tuntun mengucapkan 2 kalimat syahadat tanda ucapan yang sakral ketika mereka ingin tenang dengan Agama yang hanif.

Setelah perjalanan cukup melelahkan akhirnya tibalah kami di dusun Lambentana kurang lebih solat Ashar. Masya Allah dengan hati yang lega terbayar juga capeknya lelah tak berupah karna Lillah kami Hadir untuk Suku wana.

Pagi hari mulailah pensyahadatan kurang lebih 80 orang dan sisanya akan menyusul 50 orang lagi insya Allah karna mereka baru di beri tau kawan-kawan yang lain di balik gunung (Info dari Ust Sigit selaku ustadz yang mengawal da’wah2 di pedalaman ini).

Sahabat.. Kami bukannlah sepuluh sahabat Nabi yang di jamin masuk syurga.

Kami bukanlah sahabat nabi bernama Amr bin Ash sang pembebas negeri Mesir dari cengkaraman imperium Romawi.

Kami bukannlah sahabat nabi yang bernama Ushairim bin Abdil Asyhal yang masuk syurga tanpa pernah melaksanakan solat, karna mati syahid setelah ikut perang baru saja mengucapkan kalimat Asy hadu Alla ilaha ilallah.

Tapi, kami hanya manusia biasa yang berharap dari timbangan di kemudian hari ada tetesan keringat yang berpeluh untuk menjadi pemberat amal kita bersama.

Oleh karna itu harapan dari kepala suku wana bapak TADAUNG (dengan bahasa wana di terjemahkan orang lain) tidaklah banyak :

1. Tolong bimbing kami dalam berislam

2. Bantu kami dalam membuat rumah sederhana (selama ini mereka tinggal pindah2 dari pohon ke pohon

3. Bantu arahkan kami dalam bertani yang baik.

Kami menjawab insya Allah semoga banyak kaum muslimin yang Allah gerakkan Hatinya.

Barokallahufiikum

Ahkum Rizal Abu Fathi

Luwuk 09 Nov 2020 0852 1861 6689

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY